Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada abad ke-21 telah menjadikan literasi digital sebagai keterampilan penting bagi peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran secara mandiri. Blog dan jejaring sosial kini tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang bersifat interaktif, reflektif, serta kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran blog dan jejaring sosial dalam mendukung penguatan literasi digital guna menunjang pembelajaran mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi pustaka (library research), dengan menelaah berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan laporan penelitian yang terbit antara tahun 2016–2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kemampuan literasi digital dengan kemandirian serta regulasi diri peserta didik. Siswa dengan tingkat literasi digital yang baik mampu mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar daring secara mandiri. Blog terbukti berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, refleksi diri, dan kesadaran metakognitif, sedangkan jejaring sosial memperkuat kemampuan kolaborasi, komunikasi, serta motivasi belajar. Meski demikian, keberhasilan pemanfaatannya sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur digital, kompetensi guru, dan kesadaran etika siswa. Oleh karena itu, integrasi blog dan jejaring sosial ke dalam kurikulum berbasis literasi digital menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pembelajaran mandiri yang kolaboratif dan berkelanjutan di era digital.
Copyrights © 2025