Background: Pola asuh merupakan salah satu faktor yang signifikan turut membentuk perilaku dan karakter seorang anak, hal ini di dasari bahwa pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang utama dan pertama bagi anak, yang tidak bisa digantikan oleh lembaga pendidikan manapun . Baumrind mengidentifikasi 3 pola asuh utama orangtua yaituotoriter, demokratif dan primisif. WHO memperkirakan separuh kematian di asia dikarenakan tingginya peningkatan penggunaan tembakau. Angka kematian merokok di negara berkembang meningkat hampir 4 kali lipat. Data kemenkes menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 16-19 tahun yang merokok meningkat. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang di lakukan peneliti di kelurahan “k” kepada 10 orangtua yang memiliki remaja perokok aktif dengan melakukan wawancara didapat bahwa 5 orang tua menerapkan tehnik pola asuh otoriter 4 orang menerapkan tehnik pola asuh demokratif dan 1 orang menerapkan tehnik pola asuh primisif.Objective: untuk mengetahui gambaran pola asuh orangtua yang memiliki remaja perokok aktifMethods: Metode penelitian non eksperimen deskriptif dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki remaja laki-laki dengan perokok aktif usia 16-19 tahun sejumlah 45 orang. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Analisa data yang digunakan analisa univariatResults: Hasil penelitian menunjukkan bahwapola asuh orangtua yang paling banyak digunakan adalah otoriter sebanyak 25 orang (55.6%). Saran untuk orangtua agar tidak hanya menggunakan salah satu pola asuh tetapi juga mengkombinasikan ketiga pola asuh tersebut.compared with the standard intervention using brochure. Keywords: Pola Asuh, Remaja Perokok Aktif
Copyrights © 2023