Kesepian menjadi masalah psikologi yang sering dialami oleh lansia. Terjadi tren peningkatan jumlah lansia yang mengalami kesepian setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh harga diri rendah, perubahan tata cara hidup dan kultur budaya, dan agama yang dapat menghilangkan kekosongan spiritual. Kesepian pada lansia akan mengakibatkan masalah psikologis yang lebih berat seperti depresi jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara tingkat spiritualitas dan risiko kesepian pada lansia. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi. Variabel independen ialah tingkat spiritualitas dan variabel dependen ialah risiko kesepian pada lansia. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022 di Desa Ngembal Kulon Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Jumlah sampel penelitian sebanyak 56 orang melalui teknik stratified random sampling. Kriteria inklusi responden yaitu lansia usia lebih dari 60 tahun, tidak mengalami gangguan komunikasi dan kognitif. Instrumen penelitian menggunakan Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan University of California Los Angeles Loneliness Scale version 3. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menyatakan terdapat hubungan yang signifikan dan positif secara statistik antara tingkat spiritualitas dan risiko kesepian pada lansia dengan nilai p=0,000 (p0,05) dan nilai p (rho)=0,670. Perlu adanya tindakan dalam menangani kesepian lansia melalui modifikasi faktor lain yang berhubungan dengan kesepian salah satunya spiritualitas.
Copyrights © 2023