Kudis atau skabies merupakan gangguan kulit yang dikarenakan oleh parasitisme dan ekspresi Sarcoptes scabiei, sejenis tungau subspesies hominis. Kudis di Indonesia merupakan gangguan kulit peringkat ke-3 terbanyak. Santriwan maupun Santriwati termasuk dalam populasi risiko tinggi serta rentan terkena serangan kudis. Meskipun penyakit ini dapat diobati, namun sering kali terlambat didiagnosis dan menunda pengobatan, sehingga membuatnya lebih mungkin untuk menyebar ke seluruh pondok pesantren. Jenis penelitian analitik ini memakai cross-sectional design, untuk dimaksudkan agar mengetahui keterkaitan antara variabel independen dengan dependen yang dianalisa pada suatu titik masa tertentu. Dilakukan penelitian menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mewujudkan gambaran yang sistematis, berdasarkan fakta dan akurat. Pengumpulan data dilakukan hanya satu kali menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian menggunakan jumlah responden sebanyak 70 individu. Data kuesioner responden menunjukkan usia 15-17 tahun sebanyak 34 santriwati (49%), responden dengan tingkat pendidikan MTS sebanyak 38 santriwati (54%), responden dengan riwayat kelas 7-9 sebanyak 42 santriwati (60%), responden memiliki pengetahuan cukup sejumlah 48 santriwati (69%), responden memiliki pengetahuan baik sejumlah 38 santriwati (54%). Hasil uji bivariat perilaku menggunakan chi square diperoleh nilai 0,035 untuk P (Asymptotic significance). Dengan melihat nilai asymp. Sig Pearson Chi Square 0,05 atau lebih besar, dapat ditunjukkan adanya keterkaitan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan kudis yang signifikan.
Copyrights © 2023