Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Formulasi Sediaan Sabun Mandi Padat Dengan Zat Aktif Ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea Americana MILL) Zaenal Fanani; Vivin Rosvita; Nur Aisah; Novam Danu Pamungkas; Ilun Fadillah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12 No 2 (2021): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avocado peel contains alkaloids, flavonoids and saponins, where these compounds have potential as antibacterial. This study aims to utilize avocado peel extract in the form of bath soap which has the potential to remove dirt, dead skin cells, dull skin amd prevent skin irritation. By paying attention to formula for the solid soap, in terms of addition 3 types of oil and variations in the concentration of coconut oil. This study used sample of avocado peel extract, Persea Americana Mill. The extraction method uses maceration, with 96% ethanol as solvent. Quality testing based on organoleptic, including (color, shape, and smell). Based on the pH value of soap, using universal indicator pH instrument. Quality testing also includes foam height and stability, moisture content, and free alkali which is carried out by the alkalimetric titration method. The pH value test results obtained an average of 10.6, so that it meets SNI 2016 which is 99-11. Testing the foam height with an average of 2.23 cm, so that it meets SNI 2016 which is 1.3-22 cm. Foam stability obtained an average of 25.62%, so that it meets SNI 2016 which is 60-70%. The moisture content obtained an average of 14.3%, so that it meets SNI 2016 which is maximum of 15%. And the alkali value obtained an average of 0.53%, does not meet SNI 2016 because the maximum alkali value is 0.1%.
Optimalisasi Produksi Triterpenoid Dari Sangketan (Achyranthes aspera) Dengan Budidaya Organik Zaenal Fanani; Umi Farida; Muhammad Bayu Nirwana
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.9482

Abstract

Kebutuhan akan bahan baku obat semakin meningkat sejalan dengan pemanfaatan obat tradisional yang semakin meningkat. Sangketan (Achyranthes aspera) adalah salah satu tanaman obat potensial, mengingat tanaman ini memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Triterpenoid merupakan salah satu kandungan metabolit sekunder utama dari Sangketan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi dari komposisi media tanam dan aplikasi fertigasi dengan pupuk organik, yang dapat mendukung produksi senyawa triterpenoid dari Sangketan secara optimal. Pada budidaya Sangketan diberikan perlakuan perbandingan komposisi media tanah + arang sekam padi 1:1; 1:2 dan 2:1. Sedangkan aplikasi fertigasi menggunakan pupuk organik kotoran kambing, dengan konsentrasi 1kg pupuk organik per 5 liter air, dosis 60 ml per tanaman dan diaplikasikan setiap dua minggu. Sangketan di panen setelah 4-5 bulan, kemudian dilakukan analisis kualitatif kandungan triterpenoid menggunakan metode kromatografi lapis tipis. Data yang diperoleh diaplikasikan menggunakan metode simplex lattice design (SLD), untuk memperoleh kombinasi yang optimal. Data kualitatif ekstrak Sangketan yang mengandungan senyawa triterpenoid, telah dianalisis dengan pereaksi kloroform dan H2SO4 pekat, ditandai dengan adanya lapisan warna coklat kemerahan. Data kuantitatif rendemen ekstrak Sangketan diaplikasikan menggunakan metode simplex lattice design, diperoleh persamaan Y = 8,94(Arang) + 11,585(Tanah) + 14,26(Arang.Tanah). Kandungan triterpenoid pada ekstrak Sangketan dibuktikan menggunakan kromatografi lapis tipis, berupa bercak warna abu-abu di bawah sinar UV 254 nm dengan nilai Rf 0,65.
PENGARUH KONSENTRASI NANO-PARTIKEL PERAK HASIL BIOSINTESIS DEKOKTA KULIT MANGGIS TERHADAP MUTU FISIK SEDIAAN SERUM Zaenal Fanani; Yayuk Mundriyastutik; Rika Murharyanti; Bonita Anzila Desi
Jurnal Farmagazine Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v9i1.562

Abstract

Kulit manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung α-mangostin yang dapat membiosintesis AgNP, dikarakterisasi dengan UV-Vis untuk mengetahui optical properties dan PSA untuk mengetahui distribusi ukuran partikel. Nanoperak diformulasikan dalam bentuk serum AgNP dalam 4 formula dengan variasi konsentrasi AgNP. Sediaan disimpan selama 14 hari untuk mengetahui pengaruh dari waktu penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis AgNP dari larutan AgNO3 dengan menggunakan bioreduktor dekokta kulit manggis serta mengetahui pengaruh konsentrasi AgNP terhadap mutu fisik serum meliputi organoleptis, pH, viskositas, dan homogenitas. Penelitian ini menggunakan desain true experimental yang menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dengan metode Shapiro-Wilk Test, uji ANOVA dua arah (α = 0,05), dan analisis Post Hoc dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara perbedaan variasi konsentrasi zat aktif AgNP, terhadap mutu fisik serum. Selain itu, pengaruh dari waktu penyimpanan selama 14 hari tidak mempengaruhi stabilitas sarum. Dekokta kulit kulit mampu membiosintesis AgNP dengan karakteristik  439-441 nm dan distribusi ukuran 110,1 ± 4,33 nm. Variasi konsentrasi AgNP dalam serum mampu mempengaruhi mutu fisik sediaan baik organoleptis, pH, dan viskositas, serta tidak mempengaruhi homogenitas. Keempat formula dengan zat aktif AgNP hasil biosintesis memenuhi kriteria serum yang baik dengan waku penyimpanan 14 hari.
Formulation of Cassava (Manihot esculenta Crantz) Tuber Extract Gel and Effectiveness Test on Burns in Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Julia Megawati Djamal; Zaenal Fanani; Noor Hidayah; Noor Cholifah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.9347

Abstract

Burn is heat transfer in which the source can be direct or indirect contact with fire, electricity, friction chemicals or radiation. It can cause damage of skin tissue even in a state of multisystem injury leading to serious disorders. Systemic effects and mortality caused by burn is generally determined by the extent and depth of affected skin. Cassava (Manihot esculenta Crantz) contains carbohydrates, phosphorus, calcium, vitamin C, vitamin B1, protein and iron. Furthermore, substances contained in cassava are able to give effect to the re-epithelialization of skin damaged cell tissue due to burns. The aim of this study was to find out the cassava tuber extract in gel preparation formulation and the effectiveness of burn healing in rabbits. This study was an experimental study to examine the concentration of cassava tuber extract gel formula which is the most effective in healing superficial burns of degree 4 in male rabbits. From the observations of giving gel preparations once a day by using positive control comparison (Bioplaceton) could be concluded that the extract of cassava provided healing which was not significantly different from the positive control.
ANALISIS MAKROSKOPIK DAN MIKROSKOPIK HERBA SANGKETAN (Achyranthes aspera) Zaenal Fanani; Ria Etikasari; Tiyas Putri Nugraheni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.439 KB)

Abstract

Pengembangan obat herbal yang semakin maju mendorong berbagai studi eksplorasi tanaman liar yang dipakai dalam etnomedisin. Tanaman Sangketan (Achyranthes aspera) sudah umum digunakan oleh masyarakat Indonesia, karena memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini mudah tumbuh liar di tempat terbuka seperti perkarangan kosong dan ladang. Identifikasi tanaman obat merupakan bagian penting dalam pengembangan obat herbal, untuk memastikan kebenaran jenis tanaman yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi Sangketan berdasarkan pengenalan makroskopik dan mikroskopik tanaman. Analisis makroskopik pada herba Sangketan dilakukan secara organoleptis dan morfologi, dengan mengamati bentuk batang, daun dan bunga menggunakan kaca pembesar. Analisis mikroskopik dilakukan dengan mengamati fragmen pengenal dari serbuk herba Sangketan, dilihat menggunakan mikroskop cahaya. Hasil pengamatan makroskopik, batang Sangketan jenis batang basah, arah tumbuh tegak dengan percabangan sirung pendek. Daun Sangketan berupa daun tunggal, bentuk jorong, pangkal dan ujung meruncing, tepi daun rata dengan pertulangan menyirip. Bunga Sangketan berupa bunga majemuk, bentuk bulir dengan letak di ujung batang. Gambaran mikroskopik serbuk batang Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal berupa trikoma berkutil. Pada serbuk daun Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal berupa trikoma glandular. Sedangkan serbuk bunga Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal gynoecium dan kristal roset.
Analisis Potensi Tabir Surya dari Beras Hitam (Oryza Sativa L. Indica) Zaenal Fanani; Anny Rosiana Masithoh; Mariza Kusuma Wariana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.761 KB)

Abstract

Beras hitam belum banyak dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan manfaat yang lebih baik dibandingkan beras pada umumnya. Salah satu kandungan senyawa aktif pada beras hitam, diduga dapat berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tabir surya dari ekstrak etanol beras hitam. Penelitian ini dilakukan secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV. Potensi tabir surya dilihat berdasarkan perhitungan nilai Sun Protecting Factor (SPF). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak etanol Beras Hitam dengan konsentrasi 100 ppm termasuk kategori SPF proteksi minimal, konsentrasi 200 ppm, 300 ppm dan 400 ppm termasuk kategori SPF proteksi sedang, konsentrasi 500 ppm termasuk kategori SPF proteksi maksimal.
Pengaruh Fertigasi Kombinasi Pupuk Kandang Terhadap Produksi Triterpenoid Dari Sangketan (Achyranthes aspera) Zaenal Fanani; Tyas Putri Nugraheni; Vivin Rosvita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.553 KB)

Abstract

Sangketan (Achyranthes aspera) adalah salah satu tanaman obatpotensial, mengingat tanaman ini memiliki kandungan senyawa aktifyang bermanfaat untuk kesehatan. Triterpenoid merupakan salahsatu kandungan metabolit sekunder utama dari Sangketan.Keberhasilan budidaya Sangketan sangat terkait dengan kandungansenyawa aktif triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kombinasi dari media tanam dan aplikasi fertigasidengan pupuk organik, yang dapat mendukung produksi senyawatriterpenoid dari Sangketan secara optimal.Pada budidaya Sangketan diberikan perlakuan perbandingan mediatanah + arang sekam padi 2:1. Sedangkan aplikasi fertigasimenggunakan perbandingan komposisi kotoran ayam + kambing1:1; 1:2 dan 2:1, dengan konsentrasi 1kg pupuk organik per 5 literair, dosis 60 ml per tanaman dan diaplikasikan setiap dua minggu.Sangketan di panen setelah 4-5 bulan, kemudian dilakukan analisiskuantitatif kandungan triterpenoid menggunakan metodekromatografi lapis tipis. Data yang diperoleh diaplikasikanmenggunakan metode simplex lattice design, untuk memperolehkombinasi yang optimal.Data kualitatif ekstrak Sangketan yang mengandungan senyawatriterpenoid, telah dianalisis dengan pereaksi kloroform dan H2SO4pekat, ditandai dengan adanya lapisan warna coklat kemerahan.Data kuantitatif rendemen ekstrak Sangketan diaplikasikanmenggunakan metode simplex lattice design, diperoleh persamaan Y= 8,94(Ayam) + 11,585(Kambing) + 14,26(Ayam.Kambing).Kandungan triterpenoid pada ekstrak Sangketan dibuktikanmenggunakan kromatografi lapis tipis, berupa bercak warna abu-abudi bawah sinar UV 254 nm dengan nilai Rf 0,65.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Vivin Rosvita; Endang Setyowati; Zaenal Fanani
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 2, No 1 (2017): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v2i1.418

Abstract

 AbstractOrganizational culture expected to improve performance and create necessary competitiveness. Shaped quantitative research with correlative research type, and survey research methods with one shot case study research design. Sampling done by saturated sampling. Instruments that used questionnaires form, data obtained from statement answer, quantified using Likert scale. In T test obtained t value significance 0.000 of organizational culture variable. These results indicate that partialy organizational culture, significantly influence employee performance variable. Organizational culture variable influence employee performance with ditermination coefficient at 0.827.  Keywords: Organizational culture, employee performance, correlative AbstrakBudaya organisasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja untuk menciptakan daya saing yang diperlukan. Berbentuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelatif, serta metode penelitian survei dengan desain penelitian one case shot study. Penentuan sampel dilakukan dengan sampling jenuh. Instrumen yang digunakan berbentuk kuesioner, data yang diperoleh dari jawaban pernyataan, dikuantifikasi menggunakan skala likert. Pada uji T diperoleh nilai signifikansi t hitung variabel budaya organisasi sebesar 0,000. Hasil ini menunjukkan secara parsial variabel budaya organisasi, berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan. Variabel budaya organisasi  mempengaruhi kinerja karyawan dengan nilai koefisien diterminasi sebesar 0,827. Kata Kunci: Budaya organisasi, kinerja karyawan, korelatif   
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSU ISLAM KLATEN TAHUN 2020 Zaenal Fanani; Nur Aisah; Ridwan Ridwan
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 5, No 2 (2020): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v5i2.1426

Abstract

AbstrakSectio caesarea tindakan pembedahan yang bertujuan melahirkan bayi dengan membuka dinding perut dan rahim ibu. Wanita yang melakukan bedah sesar memiliki resiko infeksi lebih besar 5-20 kali lipat dibandingkan persalinan normal. Salah satu masalah dari tindakan persalinan section caesarea adalah infeksi pada luka operasi (ILO). Penanganan untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi yaitu dengan cara pemberian antibiotik profilaksis. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien operasi section caesarea di RSU Islam Klaten. Penelitian ini merupakan observasional yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data sekunder dengan penelusuran data rekam medik pada pasien bedah sesar di RSU Islam Klaten periode bulan Juli - Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 82 pasien. Data yang telah terkumpul diolah dengan menghitung persentase pola penggunaan antibiotik dan parameter-parameter yang meliputi jenis antibiotik yang digunakan, dosis, rute pemberian dan waktu pemberian antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian penggunaan jenis antibiotik profilaksis bedah sesar yaitu cefazolin sebesar 100%, kesesuaian dosis yang digunakan sebanyak 2 gram sebesar 0%, kesesuaian rute pemberian antibiotik profilaksis yaitu melalui intra vena kesesuaian sebesar 100%, kesesuaian waktu pemberian antibiotik ≤30 menit sebelum insisi kulit sebesar 11%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi peggunaan antibiotik profilaksis bedah sesar belum sesuai pedoman Permenkes RI tahun 2011.
EVALUASI KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ETANOL DAUN SANGKETAN (ACHYRANTHES ASPERA) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI Yulis Trinovita; Yayuk Mundriyastutik; Zaenal Fanani; Ana Nurul Fitriyani Ana Nurul Fitriyani
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v4i1.800

Abstract

Masyarakat biasanya menggunakan daun Sangketan untuk mengobati sawanan dengan mengusapkan daun sangketan, bawang, dlingo, dan bengkle yang sudah dihaluskan kemudian dioleskan pada ubun-ubun, kuping, leher, tangan, dan kaki. Daun sangketan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan terpenoid. Flavonoid telah terbukti mencegah atau memperlambat perkembangan beberapa kanker. Sebagian besar bertindak sebagai agen anti-oksidan dan anti-inflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil flavonoid dari ekstrak etanol daun sangketan (Achyrantes Aspera) secara kualitatif. Menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan one shot case study. Serbuk simplisia di maserasi dengan etanol 96% selama 8 hari disertai pengadukan, filtrat diuapkan hingga menjadi ekstrak kental. Pengujian kadar flavonoid total ekstrak dilakukan dengan spektrofotometer, menggunakan larutan baku kuersetin. Hasil analisis dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, konsentrasi ekstrak Sangketan 100 ppm lebih mendekati nilai absorbansi baku quersetin pada panjang gelombang 419,8 nm, dengan kadar flavonoid total 47,23%. Berdasarkan analisis dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 419,8 nm, ekstrak etanol daun sangketan mengandung flavonoid total dengan kadar 47,23%. tanin.