Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT (GEMA CERMAT) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI Ari Simbara; Arina Zulfah Primananda; Aji Tetuko; Chaerani Noor Savitri
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v4i1.797

Abstract

Berdasarkan  survey  Sosial  Ekonomi  Nasional  (SUSENAS)  menunjukkan  bahwa lebih dari 66% masyarakat melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Data ini membuktikan  bahwa  sejumlah  besar  masyarakat  melakukan  swamedikasi,  untuk  itu  harus diimbangi dengan informasi yang memadai, sehingga tidak terjadi kesalahan. Melalui GEMA CERMAT diharapkan penggunaan obat secara rasional oleh masyarakat dapat tercapai,  meliputi ; pengetahuan komposisi, indikasi, dosis dan cara pakai, efek samping, kontra indikasi, dan tanggal kadaluarsa  obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi GEMA CERMAT terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-experimental one-group pretest-posttest dengan menggunakan pendekatan waktu Cross sectional. Analisis hasil menggunakan uji t-test  berpasangan. Analisis hasil penelitian, terjadi peningkatan pengetahuan swamedikasi dari data uji post test. Dengan uji t-test berpasangan diperoleh nilai signifikansi 0,000, yang menunjukkan adanya pengaruh edukasi GEMA CERMAT terhadap pengetahuan swamedikasi. Kesimpulan, edukasi GEMA CERMAT dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN PERIODE RAWAT INAP PASIEN COVID-19 YANG MENDAPAT TERAPI FAVIPIRAVIR Endang Setyowati; Rika Muharyanti; Ari Simbara; Nura Ali Dahbul
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 7, No 2 (2022): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v7i2.1753

Abstract

Background: Covid-19 is a disease caused by the SARS-CoV-2 (Server acute respiratory syndrome coronavirus 2) virus. The transmission of Covid-19 was so fast the on January 30, 2020 WHO declared Coronavirus as KKMD. The high number of cases of Covid-19 has resulted in a lack of capacity for health facilities, thus making inpatient medical services less than optimal and adequate.    Objective: To determine the relationship between characteristics with the period of hospitalization of Covid-19 patients receiving favipiravir therapy at the Mitra Bangsa Hospital, Pati.Methods: this type of analytic observational study with a retrospective approach, was conducted in May-June 2021 at Mitra Bangsa Hospital, Pati. Purposive sampling, and data collection using Covid-19 patient medical record. The number of sampels obtained was 59 respondents, and data analysis was carried out statistically using bivariat analysis with Chi Square test.Results: the most gender was male 32 patients (54.2%), the most age 46-59 as many 29 patients (49.2%), then Covid-19 patients had the most comorbidities as many as 39 patients (67.8%) with the most common disiase was diabetes melitus with 19 patiens (32.2%). The result of the Chi Square test showed that there was a relationship between gender with lengts of stay p-value: 0.640, relationship between age with length of stay p-value: 0.806, and comorbid relationship with length of stay p-value: 0.301.Conclusion: There is relationship between characteristics with the period of hospitalization of Covid-19 patients receiving favipiravir therapy at the Mitra Bangsa hospital Pati.Keywords: Covid-19, Favipiravir, Hospitalization
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Zaenal Fanani; Irawati Indrianingrum; Ari Simbara; Lailatul Farikhah; Dhanty Ayunita Mahadhany
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2499

Abstract

Hipertensi sering terjadi pada lansia yang dikaitkan dengan proses penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, risiko seseorang untuk mengalami hipertensi semakin meningkat. Pengobatan hipertensi secara non farmakologi juga dapat diberikan melalui konsumsi seledri. Senyawa apiin dari daun seledri bersifat diuretik dan diduga mampu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun seledri terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan metode quasi experimental design, dengan rancangan non equivalent control group design. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling sampel, dengan jumlah responden 46 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian rebusan daun seledri terhadap tekanan darah pada lansia kelompok intervensi, dengan nilai p-value kelompok intervensi 0,000. Dan tidak ada pengaruh pemberian rebusan daun seledri terhadap tekanan darah pada lansia kelompok kontrol, dengan nilai p-value 0,01. Kesimpulan penelitian ini yaitu, adanya pengaruh pemberian rebusan daun seledri terhadap penurunan tekanan darah pada lansia.
KETERKAITAN PENGETAHUAN SANTRIWATI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KUDIS PADA LINGKUP PONDOK PESANTREN Zaenal Fanani; Bintari Tri Sukoharjanti; Yayuk Mundriyastutik; Lailatul Farikhah; Ari Simbara
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i2.2168

Abstract

Kudis atau skabies merupakan gangguan kulit yang dikarenakan oleh parasitisme dan ekspresi Sarcoptes scabiei, sejenis tungau subspesies hominis. Kudis di Indonesia merupakan gangguan kulit peringkat ke-3 terbanyak. Santriwan maupun Santriwati termasuk dalam populasi risiko tinggi serta rentan terkena serangan kudis. Meskipun penyakit ini dapat diobati, namun sering kali terlambat didiagnosis dan menunda pengobatan, sehingga membuatnya lebih mungkin untuk menyebar ke seluruh pondok pesantren. Jenis penelitian analitik ini memakai cross-sectional design, untuk dimaksudkan agar mengetahui keterkaitan antara variabel independen dengan dependen yang dianalisa pada suatu titik masa tertentu. Dilakukan penelitian menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mewujudkan gambaran yang sistematis, berdasarkan fakta dan akurat. Pengumpulan data dilakukan hanya satu kali menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian menggunakan jumlah responden sebanyak 70 individu. Data kuesioner responden menunjukkan usia 15-17 tahun sebanyak 34 santriwati (49%), responden dengan tingkat pendidikan MTS sebanyak 38 santriwati (54%), responden dengan riwayat kelas 7-9 sebanyak 42 santriwati (60%), responden memiliki pengetahuan cukup sejumlah 48 santriwati (69%), responden memiliki pengetahuan baik sejumlah 38 santriwati (54%). Hasil uji bivariat perilaku menggunakan chi square diperoleh nilai 0,035 untuk P (Asymptotic significance). Dengan melihat nilai asymp. Sig Pearson Chi Square 0,05 atau lebih besar, dapat ditunjukkan adanya keterkaitan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan kudis yang signifikan.