Latar belakang: Usia 13-17 tahun pada anak perempuan atau laki-laki mengalami kekerasan dalam kehidupan, pelaku adalah teman atau teman sebayanya. Penindasan (Bullying) dapat dibagi menjadi 2 yaitu bullying verbal dan bullying non verbal. Perilaku bullying verbal pada remaja dilakukan dengan mengancam, menghina, melecehkan, dan perilaku non verbal sengaja mempermalukan korban, menghancurkan persahabatan korbanTujuan penelitian ini mengetahui bullying dan dampak perkembangan pada remaja.Metode penelitian ini scoping review dengan pendekatan PRISMA. Data base yang digunakan untuk penelusuran PubMed, Science Direct dan Scopus. Tinjauan literature ini menggunakan artikel internasional terbit dalam waktu 5 tahun terakhir, full tekxt dan bukan dari review.Hasil : didapatkan 8 artikel yang membahas tentang bullying dengan variable social ekonomi, Pendidikan orang tua dan pola asuh serta dampak ke arah perkembangan kognitif otak pada remajaKesimpulan Korban bullying pada remaja terjadi pada faktor social ekonomi rendah, tingkat pendidikan orang tua, pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua dapat mempengaruhi karakteristik anak dalam bertutur kata, berkelahi dan bertengkar. Dampak negative mempengaruhi kognitif pada perubahan otak korban bullying. Intervensi diperlukan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental
Copyrights © 2023