Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KEJADIAN PRE EKLAMSIA PADA PERSALINAN BERDASARKAN FAKTOR USIA IBU PREECLAMPSIA DURING LABOR BASED MOTHER'S AGE Ika Tristanti; Dewi Hartinah; Suciatun Suciatun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.025 KB)

Abstract

Preeklampsia merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah , udem dan proteinuria. Komplikasi pada ibu yaitu terjadi dengan kejang (eklampsia) dan gagal organ ganda, pada janin dapat terjadi gangguan pertumbuhan dan abrapsio plasenta.Pre eklamsia dapat terjadi sejak masa kehamilan, bersalin sampai dengan masa nifas. Faktor usia dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya Pre eklamsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor usia ibu dengan kejadian pre eklamsia pada masa bersalin. Penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dari rekam medis RS Permata Bunda. Data yang diambil adalah data usia ibu bersalin dan kejadian pre eklamsia pada bulan September, Oktober dan November tahun 2017. Populasi sejumlah 114 orang. Jumlah sampel adalah 89 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu Simple random sampling . Variabel bebas yaitu usia ibu. Variabel terikat yaitu kejadian pre eklamsia. Instrumen penelitian berupa ceklist. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian yaitu usia responden di RS Permata Bunda Purwodadi sebagian besar tidak berisiko (20-35 tahun) sejumlah 54 (60,7%). Kejadian pre eklamsia di RS Permata Bunda Purwodadi sebagian besar pre eklamsia berat sejumlah 50 (56,2%). Terdapat hubungan usia responden dengan kejadian pre eklamsia di RS Permata Bunda Purwodadi (p=0,001).
CHILD ABUSE Indanah Indanah; Ika Tristanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.595 KB)

Abstract

Abuse (Kekerasan) terhadap anak di Indonesia pun masih tinggi. Kekerasan pada anak ( child abuse ) merupakan tindakan yang sengaja dilakukan oleh orang tua atau pengasuh anak. Setiap orang tua sekali waktu pasti pernah marah dalam menghadapi sikap dan perilaku anak yang menyulitkan tersebut, banyak orang tua yang lepas kendali sehingga melakukan tindakan kekerasan fisik atau mengatakan sesuatu yang menyakiti serta membahayakan anak tersebut. Anak merupakan anggota masyarakat yang lemah fisik. Orang tua seharusnya menjadi tempat bernaung yang aman, malah melakukan tindakan kekerasan yang berdampak pada pengalaman traumatis, permasalahan fisik dan psikis serta sosial stigma yang melekat pada korban. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pengalaman, kondisi hubungan dalam keluarga dan ekonomi dengan perilaku kekerasan (abuse) orangtua terhadap anak usia pra sekolah di Desa Medini, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di Desa Medini , Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik stratified Random Sampling dengan jumlah 86 responden. Hasil dan kesimpulan dalam penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengalaman, hubungan dalam keluarga, ekonomi dengan perilaku kekerasan (abuse) orangtua terhadap anak usia pra sekolah dengan nilai p value sebesar < 0.05.
POTRET PERILAKU PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI MASA PANDEMI COVID 19 Ika Tristanti; Ummi Kulsum
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i1.229

Abstract

Latar belakang : Corona atau COVID 19 merupakan penyakit berbahaya yang telah ditetapkan oleh World Health Organisation(WHO) sebagai pandemi dunia yang menyebabkan gangguan pernafasan akut berat yang berakhir dengan kematian. Jumlah penderita COVID 19 di Indonesia per tanggal 21 Juli 2020 berjumlah 89.869 jiwa. Hal ini yang menyebabkan ketakutan masyarakat khususnya ibu hamil untuk datang ke pelayanan kesehatan ketika mengalami gangguan kesehatan atau untuk memeriksakan kehamilan. Tujuan penelitian : untuk menggambarkan perilaku pemeriksaan kehamilan di masa pandemi COVID 19. Metode penelitian: jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam melibatkan ibu hamil, suami dan bidan pada bulan Juni-Juli 2020. Data informan divalidasi dengan metode triangulasi. Hasil penelitian : Pada masa pandemi, ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur setiap bulan. Tempat pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan yang dituju adalah bidan praktik mandiri. Ibu hamil sebelum periksa sudah melakukan kontrak waktu terlebih dahulu dengan bidan. Ibu hamil telah menggunakan alat pelindung diri ketika datang periksa ke bidan. Sarana pelayanan kesehatan telah menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. Simpulan: perilaku ibu hamil untuk pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID 19 mengalami perubahan. Ibu hamil, petugas dan sarana pelayanan kesehatan sudah menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi untuk mencegah penularan COVID 19
Pengaruh Edukasi Teknik Menyusui terhadap Efektivitas Menyusui pada Ibu Nifas: The Effect of Breastfeeding Technique Education on Breastfeeding Effectiveness in Postpartum Mothers Yunita, Nurul Siska; K, Diah Andriani; Ika Tristanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4329

Abstract

Breastfeeding is a natural process that is important in providing optimal nutrition to babies. However, many postpartum mothers still experience obstacles in breastfeeding due to a lack of knowledge about correct breastfeeding techniques. This study aims to determine the effect of education on correct breastfeeding techniques on breastfeeding effectiveness in postpartum mothers at Ki Ageng Getas Pendowo Gubug Regional Hospital, Grobogan Regency. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. Sampling was taken using a purposive sampling technique, the calculation of the sample size formula used the Slovin formula so that a sample size of 48 postpartum mothers was obtained. The instrument used was a breastfeeding effectiveness observation sheet compiled based on the Standard Operating Procedure (SOP) for Correct Breastfeeding Techniques. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that before education, all respondents (100%) were in the ineffective category. After education, all (100%) changed to the effective category. The Wilcoxon test showed a p value = 0.000 (p <0.05), which means there was a significant difference between breastfeeding effectiveness before and after education. Therefore, this intervention can be made into a routine educational program in health facilities.   Abstrak Menyusui merupakan proses alami yang penting dalam memberikan nutrisi optimal pada bayi. Namun, masih banyak ibu nifas yang mengalami kendala dalam menyusui karena kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyusui yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi teknik menyusui yang benar terhadap efektivitas menyusui pada ibu nifas di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Pengambilan sampel dengan tehnik purposive sampling, perhitungan rumus besar sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel 48 ibu nifas. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi efektivitas menyusui yang disusun berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Teknik Menyusui yang Benar. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, seluruh responden (100%) berada pada kategori tidak efektif. Setelah edukasi, seluruhnya (100%) berubah menjadi kategori efektif. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara efektivitas menyusui sebelum dan sesudah edukasi . Oleh karena itu, intervensi ini dapat dijadikan salah satu program edukasi rutin di fasilitas kesehatan.
Mobilisasi Dini pada Ibu Nifas Berdasarkan Metode Persalinan dan Pemberian Dukungan Bidan: Early Mobilization of Post Partum Mothers Based on Delivery Method and Midwife Support Wahyuningsih, Putri; K, Diah Andriani; Ika Tristanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4330

Abstract

Early mobilization is a treatment provided within hours of giving birth. A common problem in postpartum patients who have delivered by cesarean section (CS) or spontaneously is pain, leading to a fear of movement and a preference for bed rest. Lack of exercise can lead to muscle stiffness, which can lead to suboptimal uterine contractions, which is feared to lead to bleeding. At Ki Ageng Getas Pendowo Regional Hospital, 10% of postpartum mothers experienced bleeding and infection annually. The purpose of this study was to determine the relationship between early mobilization in postpartum women based on delivery method and midwife support. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. A sample of 48 postpartum women was selected using purposive sampling. The instruments used were Standard Operating Procedure (SOP) sheets and observation sheets. Data analysis used the Chi-Square test. The results showed that the majority of postpartum women at Ki Ageng Getas Pendowo Gubug Regional Hospital who delivered spontaneously performed early mobilization well (p-value > α (0.551 > 0.05). The majority of postpartum women received supportive midwife support, which enabled them to perform early mobilization well (p-value < α (0.036 < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between early mobilization in postpartum women based on midwife support and early mobilization based on delivery method.   Abstrak Abstrak Mobilisasi dini adalah salah satu perawatan yang diberikan setelah beberapa jam melahirkan. Masalah yang sering terjadi pada pasien nifas  metode persalinan sectio caesarea (SC)/ spontan yaitu rasa sakit/ nyeri sehingga takut melakukan gerakan dan memilih untuk istirahat di tempat tidur. Apabila  daya gerak tidak dilatih dapat mengakibatkan otot-otot menjadi kaku sehingga kontraksi uterus tidak maksimal hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan terjadi perdarahan. Di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo periode setahun terdapat kejadian perdarahan dan infeksi pada ibu nifas (10%). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini pada ibu nifas berdasarkan metode persalinan dan pemberian dukungan bidan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 48 ibu nifas dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  mayoritas ibu nifas di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug dengan metode persalinan spontan mampu melakukan mobilisasi dini dengan baik, diperoleh nilai p value > α (0,551 > 0,05) dan mayoritas ibu nifas diberikan dukungan bidan  yang mendukung sehingga mampu melakukan mobilisasi dini baik diperoleh nilai p value < α (0,036 <  0,05). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara mobilisasi dini ibu nifas berdasarkan pemberian dukungan bidan dan ada hubungan yang signifikan antara mobilisasi dini berdasarkan metode persalinan.
PENGARUH PEMBERIAN PERMAINAN BEADS HOLDER TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK BAWU KAMPUS JEPARA Risa Risdiana; Irawati Indrianingrum; Ummi Kulsum; Ika Tristanti
JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jkems.v3i2.1730

Abstract

Perkembangan motorik adalah aspek penting dalam kehidupan anak. Motorik terbagi menjadi kasar dan halus, dengan motorik halus yang melibatkan kontrol tangan dan kaki. Melatih motorik halus pada anak penting karena dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial. Stimulasi diperlukan agar motorik halus berkembang optimal dan otot-otot anak menjadi lebih matang. Bermain merangkai manik-manik merupakan cara yang efektif untuk mengalihkan perhatian anak dan memperkuat kemampuan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan beads holder terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Tk Bawu Kampus Jepara. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Sampel penelitian sebanyak 29 anak. Instrument penelitian menggunakan skala Denver II. Analisa bivariat menggunakan uji statitisk Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian permainan beads holder terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Tk Bawu Kampus Jepara dengan p value = 0.000.
PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI BAGI BAYI UMUR 6-12 BULAN DITINJAU DARI KARAKTERISTIK IBU ika tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i1.405

Abstract

Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) harus tepat dan benar baik dari segi bahan makanan, bentuk atau tekstur, rasa dan waktu pemberiannya. Bayi mulai diberikan MPASI sejak umur 6 bulan karena pada umur kurang dari 6 bulan bayi hanya diberikan ASI saja tanpa bahan makanan yang lain atau dikenal dengan istilah ASI eksklusif. Apabila pemberian MPASI salah maka menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan bayi antara lain diare, alergi, gangguan ginjal dan gangguan tumbuh kembang bayi. Pengetahuan ibu tentang MPASI merupakan faktor utama dalam ketepatan pemberian MPASI. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasi analitik .Tempat penelitian di wilayah desa Garung Kidul Kaliwungu, Kudus, dengan jumlah populasi 35 orang.Pelaksanaan penelitian pada bulan September 2017.  Teknik sampling adalah Total sampling. Terdapat 5 orang yang tidak mengisi kuisioner secara lengkap sehingga data yang tersedia hanya 30.  Variabel bebas yaitu umur, pendidikan dan pekerjaan. Variabel terikat adalah pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI bagi bayi umur 6-12 bulan. Instrumen penelitian berupa kuisioner. Analisis data menggunakan metode regresi linier . Hasil penelitian didapatkan pengetahuan responden tentang MPASI bagi bayi umur 6-12 bulan adalah termasuk kategori cukup yaitu 43,3%. Dari ketiga faktor didalam karakteristik ibu ternyata faktor pendidikan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI bagi bayi umur 6-12 bulan. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan upaya sosialisasi pemberian MPASI kepada ibu agar dalam memberikan MPASI dapat diberikan secara tepat dan benar sehingga menurunkan risiko gangguan pencernaan pada bayi. Kata Kunci: Pengetahuan Ibu tentang  MPASI, Umur,Pendidikan,Pekerjaan 
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE GENITAL DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SISWI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH KUDUS Ika Tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene genitalia merupakan pemiliharaan kebersihan dan kesehatan individu yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terhindar dari gangguan alat reproduksi dan mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikis serta meningkatkan derajat kesehatan. Salah satu akibat kurangnya pemahaman personal hygiene genitalia adalah terjadinya gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran kemih (ISK), penyakit radang panggul (PRP) dan kemungkinan terjadi kanker leher rahim, sehingga dibutuhkan informasi yang baik mengenai kesehatan reproduksi agar remaja memiliki pemahaman yang baik dan dapat mencegah ancaman penyakit reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku personal hygiene genital dengan kejadian keputihan pada siswi MA Muhammadiyah Kudus.Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasi analitik dengan  pendekatan potong lintang ( Cross Sectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi MA Muhammadiyah Kudus. Seluruh siswi kelas X MA Muhammadiyah Kudus dan bersedia menjadi responden penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel (teknik sampling) dengan Accidental SamplingHasil penelitian terdapat 6 orang (20%) dengan perilaku personal hygiene genital yang buruk dan 24 orang (80 %)  mempunyai  perilaku personal hygiene genital yang baik. Terdapat 7 orang (23,33%) yang mengalami keputihan  dan 23 orang (76,67 %)  yang tidak mengalami keputihan. Berdasarkan uji fisher didapatkan hasil p value sebesar 0,734 dengan derajat kemaknaan 5%. Nilai p value (0,734 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan.Hal ini berarti kejadian keputihan yang dialami oleh siswi tidak disebabkan oleh perilaku personal hygiene yang buruk melainkan oleh sebab yang lain , antara lain kelelahan, tekanan yang berat ataupun kekurangpahaman siswi tentang tanda gejala keputihan dan penyebabnya
PENGARUH STIMULASI AUDITORI DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN IMD PADA PROSES PERSALINAN NORMAL DI RSU KUMALA SIWI KUDUS Indah Puspitasari; Ika Tristanti; Atun Wigati; Amalia Yulianti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2016

Abstract

ASI adalah bagian penting dari menjaga bayi sehat, dan memberikan ASI dapat mengurangi kematian bayi. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah salah satu cara untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI. oleh bayi baru lahir pada ibunya. Salah satu cara untuk mencapai keberhasilan IMD adalah dengan menstimulasi audiens. Kondisi bayi yang stabil dan nyaman adalah dua faktor bayi yang mempengaruhi keberhasilan IMD. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh stimulasi auditori dengan tingkat keberhasilan IMD pada ibu bersalin di RSU Kumala Siwi Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode eksperimen semu atau Quasi eksperiment merupakan pengembangan dari true experimental design. Penelitian ini menggunakan pendekatan posttest only with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang melahirkan dan bayi yang lahir di RSU Kumala Siwi Kudus sebanyak 65 ibu dan sampel sebanyak 60 ibu dengan perhitungan Roscoe. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil observasi pada bayi yang mampu melakukan IMD pada kelompok intervensi terdapat 24 (80 %) bayi sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 11 (36,6 %) bayi. Uji mann whitney didapatkan nilai p = 0,000 yang artinya 0,05 artinya terdapat perbedaan rata-rata kedua kelompok dan signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Ada pengaruh stimulasi auditori dengan tingkat keberhasilan IMD pada ibu bersalin di RSU Kumala Siwi Kudus.    
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS SOSIAL EKONOIMI DENGAN PARTISIPASI KEHADIRAN IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSNDU Noor Hidayah; Ika Tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : promosi kesehatan bertujuan untuk merubah pandangan atau perilaku bahwa partisipasi ibu balita penting untuk di lakukan dan diharapkan demi tercapainya derajat kesehatan yang optimal pada sikap mendidik. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut dibutuhkan suatu pendidikan, perilaku dan status sosial ekonomi untuk menadapat sikap yang baik dalam hal kesehatan hasil studi pendahuluan diperoleh gambaran, bahwa partisipasi ibu balita di posyandu Mugirahayu I.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi dengan partisipasi kehadiran ibu balita dalam kegiatan posyandu Mugirahayu I di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan Tahun 2014Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita di posyandu Mugirahayu I di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan pada bulan Oktober – Desember Tahun 2013 yaitu sebanyak 35 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 35 orang, analisa data yang di uji chi square.Hasil penelitian diperoleh sebagaian besar yang tidak aktif memiliki tingkat pendidikan tidak/tamat SD sebanyak 17 orang (85,9%) dan sebagian besar yang memiliki status sosial ekonomi rendah sebanyak 18 orang (85,7%) jadi ada hubungan antara tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi dengan partisipasi kehadiran ibu balita dalam kegiatan posyandu Mugirahayu I Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan.