Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Kampung Sayang Ibu Anak melalui Duta Asi Eksklusif dan Kesehatan Reproduksi Perempuan Ana Zumrotun Nisak; Subiwati Subiwati; Muhammad Abdur Rozaq; Noor Azizah; Atun Wigati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i1.2821

Abstract

Upaya peningkatan kualitas ibu dan bayi merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan dan dukungan peran serta keluarga dan masyarakat dibutuhkan untuk mensukseskan gerakan sayang ibu dan bayi. Angka cakupan 40% ASI eksklusif belum memenuhi target di desa Garung Lor dari target 80%. Pengetahuan tentang ASI Eksklusif, cara menyimpan, memerah dan menyajikan sangat perlu sebagai informasi dimasyarakat. Sehingga pada mitra 1 kegiatan mitra masyarakat untuk mewujudkan kampung sayang bayi. Duta ASI Eksklusif dengan lintas generasi melibatkan bapak, ibu dan remaja sehingga program ini dapat berkelanjutan. Kanker serviks dan kanker payudara sebagai pembunuh nomor satu pada perempuan, sehingga deteksi dini perlu dilakukan secara continue sehingga pemantauan terhadap kanker pada perempuan perlu dilakukan. Kejadian di desa payaman terjadi 60% mengalami keputihan patologis yang merupakan salah satu tanda dari kanker serviks dan belum pernah dilakukan screening. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengaplikasikan Program Kemitraan Masyarakat melalui pelatihan Duta ASI Eksklusif dan Duta Kesehatan Reproduksi Perempuan, pembuatan media promosi kesehatan tentang ASI Eksklusif, kanker servik dan kanker payudara yang lebih mudah dipahami dan menarik. Hasil yang diperoleh Setelah dilakukan kegiatan ini terdapat 15 orang duta ASI Eksklusif dan 15 Duta Kesehatan Reproduksi Perempuan terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran bagi perempuan untuk memberikan makanan terbaik buat bayi yaitu ASI Eksklusif 6 bulan dan meningkatkan kesadaran perempuan untuk mendeteksi secara dini kanker serviks dan kanker payudara. Program kemitraan masyarakat ini sangat bermanfaat untuk peningkatan kesehatan perempuan dan bayi
PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU BEKERJA TENTANG ASI PERAH Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1690

Abstract

Abstrak Kesetaaraan gender bagi perempuan salah satunya adalah bekerja, namun terdapat dampak negative yaitu tidak optimalnya pemberian ASI eksklusif pada bayinya sehingga meningkatkan pemberian susu formula. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif disebabkan tingginya perempuan yang bekerja. Pengetahuan sebagai salah satu faktor keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pendidikan dan pengetahuan ibu bekerja tentang ASI Perah. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel 109 ibu bekerja. Kriteria inklusi adalah ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6 bulan sampai 12 bulan.Hasil penelitian riwayat Pendidikan tamat SMP sebesar 37,6 %, tamat SMA 33,9% dan tamat SD 28,4%. pengetahuan tentang Teknik memerah ASI dengan kategori kurang 77,1%, pengetahuan cukup 17,4% dan pengetahuan baik 5,5%. Semakin tinggi Pendidikan ibu maka akan meningkatkan pengetahuan tentang Teknik memerah ASI. Pengetahuan ibu tentang Teknik memerah ASI sebagai salah satu factor keberhasilan ASI sehingga perlu dilakukan edukasi bagi ibu, perusahaan, keluarga dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan cakupan ASI Eksklusif.
ANALISIS PEMBELAJARAN KELUARGA BERENCANA MAHASISWA PRODI DIII KEBIDANAN Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak; Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.807

Abstract

Learning or support is basically an activity that is organized so that students learn. Adult learning methods that make learning a learning center or Student Center Learning (SCL). Process standards relating to the learning process, planning the learning process, implementing the learning process and learning burden on students.Descriptive qualitative research methods The subjects of this study are students and lecturers. The informant taking technique used was purposive sampling. Snowball sampling technique. Data collection methods in this study, interviews, observation and study documentation. Analysis of the data of this study uses an interactive model through data reduction, displaying data, concluding and gathering conclusions.Results: Planning the learning process of the family planning course, which is making a semester learning plan. This RPS contains course descriptions, learning achievements, subjects, instructional methods, structured assignments and discussions. RPS is prepared in accordance with the development of science and technology. The theory learning process using the Student Center Learning (SCL) method of lecturers as facilitators and motivators in family learning planning methods used are cooperative learning and Problem Based Learning (PBL). Laboratory learning uses role play and demonstration models. Assessment on learning theory is midterm, final semester examination and structured assessment assignment. Learning laboratory assessment list.It takes a combination of learning methods and laboratories so that students are not bored and are more interactive so that learning outcomes are more optimal.
HUBUNGAN JUMLAH ANGGOTA KELUARGA, PENDIDIKAN IBU, PENGAMBIL KEPUTUSAN DENGAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 39 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM IKS DI DESA MANGUNANLOR Muhammad Purnomo; Noor Azizah; Tutik Alawiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1307

Abstract

AbstrakPermenkes Nomor: 39 tahun 2016 dilaksanakan dengan 3 (tiga) pilar utama, yaitu: penerapan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penerapan paradigma sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan upaya promotif dan preventif, serta pemberdayaan masyarakat. Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada tercapainya keluarga - keluarga sehat yang terbagi menjadi 12 indikator keluarga sehat.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu, pengambil keputusan dalam keluarga dengan  kesehatan keluarga di desa Mangunan LorMetode Penelitian: penelitian analitik korelasi mencari hubungan antara dua variable dengan pendekatan cross sectional waktu pengukuran atau observasi data variable independent dan dependent hanya satu kali dengan jumlah populasi 569 KK dengan saple 85 KK menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05Hasil: Keluarga kecil 45 (53%), Keluarga sedang 20 (23,5%) dan besar 20 (23,5%). Pendidikan ibu: Dasar 50 (58,8%), Menengah 27 (31,8%), Tinggi 8 (9,4%). Pengambil Keputusan Keluarga Suami 35 (41,2%), istri 5 (5,9%), suami dan istri dominan suami 20 (23,5%), suami dan istri dominan istri 7 (8,2%), suami dan istri seimbang 18 (21,2%). Indeks Keluarga Sehat 5 (5,9%), Pra Sehat 60 (70,6%), Indeks Keluarga Tidak Sehat 20 (23,5%). Terdapat hubungan yang signifikan jumlah anggota keluarga dengan Kesehatan Keluarga nilai p=0,000, nilai (r=0,711). Terdapat hubungan yang signifikan pendidikan ibu dengan Kesehatan Keluarga, nilai p=0,000 dan nilai (r=0,434). Terdapat hubungan signifikan pengambil keputusan dalam keluarga dengan Kesehatan Keluarga nilai p=0,000 dan (r=0,459).
MODEL PROBLEM BASED LEARNING KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA KEBIDANAN Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak; Ika Tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1319

Abstract

One method that is widely used to increase student activity in the learning process is the problem based learning method. Problem based learning builds skills, teamwork and communication. PBL is easier to implement and requires less preparation time when compared to classical learning methodsObjective: to apply problem-based learning model to interpersonal communication competenceMethod: observational method with problem based learning. The sample in this study were 15 students of the third semester of midwifery study program. Stages of analyzing, solving problems of cases, planning information communication and education, planning the media used in IEC, simulation of interpersonal communication and evaluation. The measuring instrument used is the Interpersonal Communication Competence Scale (ICCS).Result: the use of problem based learning interpersonal communication model for midwifery students found that most of the communication skills were 86.67% in good category and 13.33% in sufficient category.Conclusion: the problem based learning method with interpersonal communication competence is very effective in improving student learning outcomes, namely being more confident in conveying the message given to the audience.
KEBERHASILAN MENYUSUI DAN LAMA PERAWATAN PADA PERSALINAN DENGAN METODE ENHANCED RECOVERY AFTER CAESAREAN SECTION Fania Nurul Khoirunnisa'; Noor Azizah; Noor Fauziati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1699

Abstract

Latar Belakang :Enhanced Recovery After Caesarean Section (ERACS) merupakan program pemulihan pasca operasi caesar yang dinilai dapat memberikan hasil pemulihan fungsional yang lebih cepat, serta manfaat lainnya seperti meminimalisir terjadinya komplikasi, dan pengurangan waktu rawat inap. Penerapan program ERACS juga dinilai dapat memberikan keuntungan lainnya seperti meningkatkan kualitas perawatan dan menurunkan paparan dan kecanduan opioid. ERACS bertujuan untuk memberikan rasa nyaman pasien dengan pengalaman service excellent serta mempercepat perawatan dan proses pemulihan pasien dengan mengutamakan keselamatan pasienTujuan :Untuk mengetahui keberhasilan menyusui dan lama perawatan pada ibu bersalin dengan metode ERACS.Metode. :Penetian ini merupakan deskriptif analitik korelasi dengan metode pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 41 responden dengan teknik pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling dan analisa data dengan Chi-Square.Hasil Penelitian : Terdapat korelasi antara keberhasilan menyusui dengan metode      persalinan ERACS dengan nilai p Value = 0.002 dan terdapat korelasi lama perawatan dengan metode  persalinan ERACS dengan nilai p Value = 0.000Kesimpulan : Terdapat korelasi antara keberhasilan menyusui dan lama perawatan dengan metode persalinan ERACS Kata Kunci: ERACS, Keberhasilan menyusui, Lama Perawatan
SUMBER INFORMASI DAN PENGETAHUAN TENTANG KB PASCA PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i1.395

Abstract

Latar belakang : Salah satu program untuk menurunkan angka kematian ibu adalah program keluarga berencana. Program keluarga berencana berperan dalam menurunkan angka kematian ibu melalui upaya pencegahan kehamilan, penundaan usia kehamilan, dan menjarangkan kehamilan .Pemberian konseling keluarga berencana dan metode kontrasepsi selama masa pasca persalinan dapat meningkatkan kesadaran ibu untuk menggunakan kontrasepsi. Hal ini dikarenakan pada sebagain wanita setelah melahirkan biasanya tidak menginginkan kehamilan atau menunda kehamilan sampai 2 tahun setelah melahirkan tetapi mereka tidak menggunakan kontrasepsi (unmeet need). Indonesia merupakan jumlah Wanita Usia Subur terbesar di Asia Tenggara , Kemudian diikuti Vietnam dan Filipina. Sedangkan negara dengan jumlah WUS terendah di Asia Tenggara adalah Timor Leste.Subyek dan Metode : penelitian observasional analitik rancangan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil trimester ketiga dengan jumlah 63 orang. Pengumpulan data kuesioner. Teknik sampilng total sampling yaitu 63 orang. Analisis data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan chi squareHasil : Sumber informasi bidan 49 (77.8%), Kelas Ibu Hamil 49 (77.8%), orang Tua 44 (69.8%), teman 41 (65.1%), televisi 27 (42.9%), internet 23 (36.5%), radio 20 (31.7%), facebook 19 (30.2%), surat kabar 17 (27%). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara sumber informasi bidan (p = 0.014),  Kelas Ibu Hamil  (p =0.005) dan Orang Tua dengan pengetahuan KB pasca persalinan pada ibu hamil trimester ketiga (p = 0.001). Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara sumber informasi teman (p = 0.265),  televisi (p =0.326), internet  (p =0.829), radio  (p =0.695), facebook  (p =0.971), surat kabar (p =0.193)Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakan anatara sumber informasi bidan, kelas ibu hamil dan orang tua dengan pengetahuan KB pasca persalinan pada ibu hamil trimester ketiga. Kata Kunci : sumber informasi, pengetahuan, family planning postpartum
KEMAMPUAN KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI MAHASISWA DALAM MENGATASI MASALAH LAKTASI PADA IBU POST PARTUM Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak; Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1602

Abstract

Ibu post partum setelah melahirkan focus utama adalah menyusui bayi. Permasalahan laktasi sebagai salah satu factor dari motivasi ibu untuk menyusui. Dukungan sosial untuk pemberian ASI eksklusif sangat diperlukan oleh ibu yaitu dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan penghargaan dan dukungan instrumental. Mahasiswa sebagai educator sangat penting dalam memberikan KIE pada ibu post partum yang mengalami masalah laktasiTujuan : mengetahui kemampuan komunikasi informasi dan edukasi mahasiswa dalam mengatasi masalah laktasi pada ibu post partumMetode : Metode observasional dengan case study. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi kebidanan berjumlah 20 orang. Tahapan pengkajian, pemeriksaan fisik, Analisa data, intervensi, implementasi dan evaluasi terhadap permasalahan laktasi pada ibu post partumHasil : permasalahan laktasi yang dihadapi oleh ibu post partum yaitu payudara bengkak, ASI belum keluar dan kelainan putting susu. Tindakan yang diberikan oleh mahasiswa yaitu KIE cara menyusui yang benar, cara perawatan payudara, perawatan putting susu yang dilakukan dengan demonstrasi dan melibatkan keluarga ibu post partum.Kesimpulan : Komunikasi Informasi dan Edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa dengan menggunakan media dan demonstrasi langsung kepada ibu post partum tentang cara menyusui yang benar, cara perawatan payudara dan cara mengatasi kelainan putting pada ibu post partum efektif dapat mengatasi permsalahan laktasi pada ibu post partum.
KORELASI PENGETAHUAN DAN SIKAP YANG MEMPENGARUHI WANITA DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI IVA Atun Wigati; Ana Zumrotun Nisak; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.812

Abstract

Di Kabupaten Kudus angka cakupan IVA masih rendah  yaitu 2,2%. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perilaku wanita yang  enggan untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan primer. Banyak wanita yang datang ke pelayanan kesehatan dalam kondisi stadium lanjut, dikarenakan kesadaran untuk skrining masih rendah. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap yang mempengaruhi  pengambilan keputusan wanita dalam melakukan pemeriksaan  IVA. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain case control, sampel terdiri dari 47 responden pada kelompok kasus dan 47 responden pada kelompok kontrol, yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada semua wanita di wilayah Kabupaten Kudus. Tehnik analisa data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam pengambilan keputusan melakukan pemeriksaan IVA. Manfaat penelitian untuk mengetahui bahwa faktor pengetahuan dan sikap dapat mempengaruhi wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks, kemudian mendekatkan pelayanan IVA di Posyandu dan memberikan informasi tentang IVA secara menyeluruh sehingga kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin Kata Kunci : pengetahuan, sikap, pengambilan keputusan
KORELASI STATUS GIZI BERDASARKAN LILA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA LOKUS STUNTING PUSKESMAS JEPARA Arifatul Ma'wa; Noor Azizah; Indah Puspitasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2970

Abstract

Indonesia termasuk dalam salah satu negara berkembang yang hingga saat masih dihadapkan dengan triple burden of malnutrition (tiga beban masalah gizi) yaitu stunting, wasting dan overweight. Kabupaten Jepara menempati urutan kelima terbanyak di Provinsi Jawa Tengah dan urutan 10 di atas angka provinsi. Stunting yang terjadi dijepara sebanyak 3.638 balita. di Puskesmas Jepara kejadian stunting 507 balita.. Oleh karena itu, tujuan studi ini adalah untuk mengetahui korelasi status gizi berdasarkan LILA ibu hamil dengan kejadian stunting di desa lokus stunting puskesmas jepara. dengan desain penelitian cohort retrospective. Populasi dan Sampel yaitu seluruh ibu yang  memiliki balita di desa lokus stunting di puskesmas  jepara yang berjumlah 39  ibu hamil. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kohort ibu hamil dan laporan data E-PPGBM. Analisa data menggunakan uji statistic Korelasi Rank Spearman dengan menggunakan program SPSS Forwindows. Sebagian besar ibu hamil yang memiliki balita stunting yaitu status gizi baik (23,5 cm) sebanyak 28 orang (71,8%), ibu hamil dengan status gizi kurang ada 11 (28,2%). Ibu hamil yang memiliki balita stunting dengan riwayat status gizi baik sebagian besar stunting dalam kategori pendek ada 24 balita (61,6%) dan sangat pendek sebanyak 4 balita (10,2%). Status gizi berdasarkan LILA ibu hamil yang memiliki balita stunting yaitu status gizi kurang menyebabkan kejadian stunting dengan kategori pendek sebanyak 10 balita (25,6%) sedangkan kategori sangat pendek 1 balita (2,6%). Dari penelitian yang telah diteliti berdasarkan hasil uji statistik rank spearman diperoleh nilai 0,543 maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan LILA ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di desa lokus stunting Puskesmas Jepara. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan dan lebih memperhatikan asupan gizi, khususnya pada ibu agar saat hamil bisa memberikan asupan yang cukup untuk janin.