Latar belakang: Diabetes melitus saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan, karena morbiditas dan mortalitasnya setiap tahun mengalami peningkatan. Indonesia salah satu negara yang menduduki peringkat ke 7 dunia dengan pasien diabetes melitus. Tujuan: Menganalisis hubungan asupan protein dan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabtetes melitus tipe 2. Metode: Paseien diabetes melitus tipe 2 dengan total 210 dalam penelitian cross sectional ini. Pasien yang mengikuti penelitian ini sesuai dengan kriteria inklusi yaitu berusia 20-60 tahun bertempat tinggal di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara. Pasien yang menderita komplikasi dan menggunakan injeksi insulin tidak diikutsertkan penelitian. Asupan protein diperoleh dari hasil recall 24 jam dan kada glukosa darah 2 jam pasca puasa diperoleh dari sampel darah vena pasien dengan metode hexokinase. Analisis uji yang digunakan adalah uji regresi linear. Hasil: Usia rata-rata subjek adalah 52.7+5.2 tahun. Sebanyak 47.6% subjek penelitian DMT2 dengan overweight dan 14.7% obesitas. Asupan protein (r=-0.712;95%CI= 0.049-0.003;p=0.024).Usia (r=0.378;95%CI=0.014-2.812;p=0.031). Indeks Masa Tubuh (r= 0.478; 95% CI=3.748-432; p=0.032 Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan asupan protein dengan kadar GD2JPP pada subjek diabetes melitus tipe 2.
Copyrights © 2024