Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Formulasi, Kandungan Gizi, Aktivitas Antioksidan, dan Daya Terima Jelly Rr (Rumput Laut dan Rosella) pada Anak Usia Sekolah Asep Jalaludin Saleh; Ai Kustiani; Radella Hervidea
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i1.540

Abstract

Anak usia sekolah berada dimasa pertumbuhan dan perkembangan yang memiliki aktivitas tinggi sehingga membutuhkan konsumsi pangan yang mengandung gizi seimbang. Salah satu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan dan berlimpah di Provinsi Lampung adalah rumput laut Gracillaria sp. dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa)  yang berpotensi sebagai sumber antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas sehingga imunitas tubuh meningkat  dan dapat terhindar dari patogen yang dapat mengganggu aktivitas, pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis formulasi, kandungan gizi, aktivitas antioksidan dan daya terima jelly RR (Rumput laut dan Rosella) pada anak usia sekolah.  Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pembuatan produk yang terdiri dari pengeringan bunga rosella, rumput laut, formulasi dan pembuatan jellly RR, uji organoleptik, analisis proksimat dan analisis kandungan antioksidan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai September 2022.  Berdasarkan uji organoleptik didapatkan hasil F3 merupakan formulasi dengan nilai penerimaan secara keseluruhnnya tertinggi 4.73 (p-value <0,05). Uji lanjut dilakukan analisis proksimat pada Jelly F3 didapatkan hasil kandungan air 79.20 %, abu 0.46% ,protein 1.35% dan karbohidrat 18.64%  (p-value <0,05), kandungan lemak 0.32 % dan serat kasar 0.98% (p-value >0,05). Aktivitas antioksidan pada F3 menunjukan hasil nilai IC50 7870.97 µG/mL (p-value <0,05).
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Status Gizi Siswa Sekolah Menengah Atas Asep Jalaludin Saleh
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v1i2.673

Abstract

AbstrakKonsumsi makanan cepat saji merupakan salah satu implikasi dari perilaku buruk remaja yang disebabkan oleh penggunaan uang saku yang tidak tepat. Masalah gizi remaja sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan konsumsi fast food dan uang saku terhadap status gizi remaja SMA Negeri di Surakarta, merupakan penelitian analitik-observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMA negeri yang dipilih secara random sampling yang memenuhi kriteria sebanyak 146 orang. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menggunakan Chi-square menunjukkan bahwa p value 0,01 untuk makanan cepat saji kecil sedangkan p untuk uang saku 0,41 lebih besar dari = 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara fast food dengan status gizi, tetapi tidak ada hubungan antara uang jajan dengan status gizi remaja SMA negeri di Surakarta. Kata Kunci : makanan cepat saji, status gizi, uang saku
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Status Gizi Siswa Sekolah Menengah Atas Asep Jalaludin Saleh
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v1i2.673

Abstract

AbstrakKonsumsi makanan cepat saji merupakan salah satu implikasi dari perilaku buruk remaja yang disebabkan oleh penggunaan uang saku yang tidak tepat. Masalah gizi remaja sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan konsumsi fast food dan uang saku terhadap status gizi remaja SMA Negeri di Surakarta, merupakan penelitian analitik-observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMA negeri yang dipilih secara random sampling yang memenuhi kriteria sebanyak 146 orang. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menggunakan Chi-square menunjukkan bahwa p value 0,01 untuk makanan cepat saji kecil sedangkan p untuk uang saku 0,41 lebih besar dari = 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara fast food dengan status gizi, tetapi tidak ada hubungan antara uang jajan dengan status gizi remaja SMA negeri di Surakarta. Kata Kunci : makanan cepat saji, status gizi, uang saku
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Status Gizi Siswa Sekolah Menengah Atas Asep Jalaludin Saleh
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v1i2.673

Abstract

AbstrakKonsumsi makanan cepat saji merupakan salah satu implikasi dari perilaku buruk remaja yang disebabkan oleh penggunaan uang saku yang tidak tepat. Masalah gizi remaja sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan konsumsi fast food dan uang saku terhadap status gizi remaja SMA Negeri di Surakarta, merupakan penelitian analitik-observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMA negeri yang dipilih secara random sampling yang memenuhi kriteria sebanyak 146 orang. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menggunakan Chi-square menunjukkan bahwa p value 0,01 untuk makanan cepat saji kecil sedangkan p untuk uang saku 0,41 lebih besar dari = 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara fast food dengan status gizi, tetapi tidak ada hubungan antara uang jajan dengan status gizi remaja SMA negeri di Surakarta. Kata Kunci : makanan cepat saji, status gizi, uang saku
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK TERHADAP ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS IMANUEL BANDAR LAMPUNG Asep Jalaludin Saleh; Ajib Jayadi; Sukanti Handayani
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v4i1.1213

Abstract

AbstractConstant Kidney Disappointment (CKD) is a condition that causes irreversible andirreversible decline in kidney function and the body ignores digestion and fluid andelectrolyte balance. The danger factor for persistent kidney failure is diabetes mellitus due toheredity and diet, while another dangerous factor that can cause it is hypertension. If itcontinues continuously, it can cause kidney work to be hampered. The purpose of this studywas to break the relationship between education and knowledge about nutrition of patientswith chronic kidney failure on energy and protein intake undergoing hemodialysis atIMANUEL Hospital Bandar Lampung in 2021. The research method used research analyticobservational approach with cross sectional study. The data was processed by Chi-squaretest and fishers exact test with a total of 60 samples. It shows that there is a relationshipbetween education, knowledge of nutrition and energy and protein intake with P value 0.05.Keywords: education, knowledge, energy_intake, protein_intake.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH 2 JAM PASCA PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Muhammad Ridwanto; Asep Jalaludin Saleh; Fancy Brahma Adiputra
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2350

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan, karena morbiditas dan mortalitasnya setiap tahun mengalami peningkatan. Indonesia salah satu negara yang menduduki peringkat ke 7 dunia dengan pasien diabetes melitus. Tujuan: Menganalisis hubungan asupan protein dan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabtetes melitus tipe 2. Metode: Paseien diabetes melitus tipe 2 dengan total 210 dalam penelitian cross sectional ini. Pasien yang mengikuti penelitian ini sesuai dengan kriteria inklusi yaitu berusia 20-60 tahun bertempat tinggal di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara. Pasien yang menderita komplikasi dan menggunakan injeksi insulin tidak diikutsertkan penelitian. Asupan protein diperoleh dari hasil recall 24 jam dan kada glukosa darah 2 jam pasca puasa diperoleh dari sampel darah vena pasien dengan metode hexokinase. Analisis uji yang digunakan adalah uji regresi linear. Hasil: Usia rata-rata subjek adalah 52.7+5.2 tahun. Sebanyak 47.6% subjek penelitian DMT2 dengan overweight dan 14.7% obesitas. Asupan protein (r=-0.712;95%CI= 0.049-0.003;p=0.024).Usia (r=0.378;95%CI=0.014-2.812;p=0.031). Indeks Masa Tubuh (r= 0.478; 95% CI=3.748-432; p=0.032 Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan asupan protein dengan kadar GD2JPP pada subjek diabetes melitus tipe 2.
Peningkatan Pengetahuan Dan Kesadaran Masyarakat Tentang Cegah Stunting Sejak Dini Di Dusun Way Dadi Ai Kustiani; Asep Jalaludin Saleh; Ajib Jayadi; Nadia Sagita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Abdisultan
Publisher : Sultan Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/abdisultan.v2i1.355

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 yang mengalami stunting di Provinsi Lampung sebanyak 15,2%. Adapun prevalensi tertinggi terdapat di Kabupaten Pesawaran sebanyak 25,1%. Berdasarkan hasil survey langsung didapatkan bahwa di Dusun Waydadi Desa Tanjung Rejo terdapat 7 dari 19 balita mengalami stunting. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mengadakan penyuluhan. Kegiatan ini diikuti oleh semua ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Dusun Waydadi Desa Tanjung Rejo. Kegiatan berjalan dengan lancar dan para peserta antusias serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyuluhan ini. Berdasarkan hasil pretest dan hasil post test dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai stunting yang ditunjukkan dengan hasil post test lebih tinggi dari pretest.
Hubungan Asupan Zat Besi (Fe) dan Protein dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Nadia Sagita; Asep Jalaludin Saleh; Radella Hervidea
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Medika Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jkkmedika.v1i2.437

Abstract

Anemia in pregnant women is a major public health problem in Indonesia, including in Bandar Lampung, with a high prevalence. One of the main causes of anemia is inadequate nutritional intake, particularly iron and protein. Insufficient protein intake can disrupt iron transport for hemoglobin synthesis, increasing the risk of anemia. This study aimed to determine the relationship between iron and protein intake and the incidence of anemia in pregnant women at Gedong Air Public Health Center, Bandar Lampung, in 2025. This study used a cross-sectional design with a population of 257 pregnant women and a sample of 80 respondents selected through accidental sampling. Data on anemia incidence were obtained from the Public Health Center, while iron and protein intake data were collected through 3x24-hour food recall interviews and analyzed using Nutrisurvey software. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the chi-square test at a 95% confidence level. The results showed that 60.0% of respondents experienced anemia, 88.8% had insufficient iron intake, and 80% had insufficient protein intake. The chi-square test showed no significant relationship between iron intake and anemia incidence (p=0.773), as well as no significant relationship between protein intake and anemia incidence (p=0.732). Although statistically insignificant, this study indicates that anemia prevalence among pregnant women in this area remains high, with most respondents having inadequate iron and protein intake. Adequate fulfillment of iron and protein remains crucial to prevent anemia and pregnancy complications.