Desa Wisata Wukirsari di Kabupaten Bantul dikenal sebagai sentra kerajinan wayang kulit yang memiliki nilai budaya tinggi. Proses produksi yang masih manual menyebabkan keterbatasan efisiensi dan variasi desain, sementara perkembangan teknologi manufaktur seperti laser cutting membuka peluang untuk peningkatan presisi dan inovasi dalam pembuatan wayang kulit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan perajin terhadap teknologi laser cutting serta mendorong pengembangan variasi desain berbasis digital. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik langsung (hands-on training) melalui empat tahap utama: analisis kebutuhan, pelatihan teknis, implementasi, dan pendampingan berkelanjutan. Sebanyak 25 perajin aktif mengikuti kegiatan ini selama enam bulan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip kerja dan parameter operasi mesin laser cutting sebesar 88%, serta peningkatan keterampilan operasional dengan 80% peserta mampu mengoperasikan mesin secara mandiri. Variasi desain wayang kulit meningkat melalui pemanfaatan perangkat lunak grafis digital seperti CorelDRAW dan AutoCAD, dengan 70% peserta berhasil membuat desain modifikasi baru yang menggabungkan unsur tradisional dan kontemporer. Kegiatan pendampingan ini memperlihatkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam membangun kemandirian teknologis sekaligus menjaga kesinambungan nilai budaya. Integrasi antara teknologi modern dan keterampilan tradisional menjadi model pemberdayaan masyarakat kreatif berbasis budaya lokal yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif.
Copyrights © 2026