Transformasi pendidikan tinggi pada era Revolusi Industri 4.0 menuntut model pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan kolaboratif secara sistematis, namun penelitian sebelumnya masih didominasi penilaian subjektif dan belum menyediakan bukti kuantitatif yang kuat pada mahasiswa pendidikan teknik. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya evaluasi empiris yang terukur untuk memahami efektivitas Project-Based Learning (PjBL) dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas PjBL dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif mahasiswa melalui desain eksperimen kuasi pre–post test. Pengumpulan data dilakukan pada mahasiswa program pendidikan teknik menggunakan rubrik kolaborasi komprehensif, lembar observasi, dan kuesioner persepsi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik dan normalized gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan kolaboratif sebesar 19,26 poin (30,96%) dengan normalized gain 0,51, serta kontribusi tertinggi berasal dari pembagian peran (34,1%), monitoring mingguan (29,4%), dan evaluasi sejawat (22,7%). Persepsi mahasiswa juga positif dengan skor rata-rata 4,31. Temuan ini menegaskan bahwa PjBL efektif memperkuat interaksi kolaboratif dan kualitas kontribusi teknis mahasiswa. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan landasan teoretis dan metodologis dalam evaluasi PjBL serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum teknik di era pembelajaran digital. Abstract Higher education transformation in the Fourth Industrial Revolution requires instructional models that systematically foster collaborative skills; however, prior studies have relied heavily on subjective assessments and lack robust quantitative evidence, particularly within engineering education programs. This gap highlights the need for empirical, measurable evaluations of the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) in technology-enhanced learning environments. This study aimed to assess the efficacy of PjBL in improving students' collaborative skills using a quasi-experimental pre–post test design. Data were collected from engineering education students through a comprehensive collaboration rubric, structured observation sheets, and perception questionnaires, and analyzed using parametric statistics and normalized gain. The findings showed a 19.26-point improvement (30.96%) in collaborative skills, with a normalized gain of 0.51. The most significant contributions came from role distribution (34.1%), weekly monitoring (29.4%), and peer evaluation (22.7%). Student perceptions were also positive, with an overall score of 4.31. These results demonstrate that PjBL effectively strengthens collaborative interaction and enhances the quality of students' technical contributions. The study contributes to refining theoretical and methodological foundations for evaluating PjBL and provides practical implications for curriculum development in engineering education within digital learning ecosystems.
Copyrights © 2025