cover
Contact Name
Lalu Ibrohim Burhan
Contact Email
ejournaleducendekia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejournaleducendekia@gmail.com
Editorial Address
kp Bahagia Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Cendekia
Published by PT Lalu Ibrohim Burhan
ISSN : -     EISSN : 31091059     DOI : https://doi.org/10.63982/77hts140
Core Subject : Education,
Cendekia: Jurnal Pendidikan Terintegrasi adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitian, kajian konseptual, dan inovasi praktik dalam bidang pendidikan. Jurnal ini menjadi wahana akademik bagi para peneliti, dosen, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan untuk menyebarluaskan gagasan serta temuan ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan teori, kebijakan, dan praktik pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman. Cendekia mengusung pendekatan interdisipliner dan integratif, mencakup berbagai jenjang dan ranah pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi. Jurnal ini terbuka terhadap topik-topik pendidikan yang bersifat tematik, lintas bidang, kontekstual, dan inovatif.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP di Daerah Terpencil Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/77hts140

Abstract

Kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masih menjadi tantangan serius dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Di sisi lain, model pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning (PBL) telah terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi, namun implementasinya di daerah dengan keterbatasan infrastruktur belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen non-equivalent control group design yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen utama berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji-t (paired dan independent sample t-test) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan utama dari temuan ini adalah bahwa PBL terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa meskipun diterapkan di daerah terpencil dengan keterbatasan sarana. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah dapat menjadi alternatif yang relevan, adaptif, dan inklusif dalam peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah dengan tantangan geografis dan sosial.
Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Kota Mataram Azmi, Khairul; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/myxvxc64

Abstract

Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor strategis dalam menciptakan iklim kerja yang produktif dan mendukung kinerja guru di lingkungan sekolah dasar. Di tengah tuntutan transformasi pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka, kepemimpinan yang visioner dan partisipatif menjadi semakin relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah, khususnya gaya transformasional, dan kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 100 guru dipilih secara purposive dari berbagai SDN di Kota Mataram berdasarkan kriteria tertentu. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner serta observasi terbatas dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan syarat asumsi normalitas dan linearitas terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan kinerja guru (r = 0,65; p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi kualitas gaya kepemimpinan transformasional, maka semakin tinggi pula kinerja guru yang dihasilkan. Temuan ini berkontribusi pada penguatan literatur empiris mengenai pentingnya pengembangan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan dasar
Efektivitas Blended Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan di Masa Pascapandemi Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p8pspz63

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mendorong transformasi besar dalam sistem pendidikan tinggi, terutama dalam adopsi pembelajaran daring yang berdampak pada penurunan motivasi belajar mahasiswa. Pascapandemi, blended learning muncul sebagai pendekatan alternatif yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring guna menjawab tantangan fleksibilitas, personalisasi, dan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas blended learning dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa program studi pendidikan di masa pascapandemi. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei menggunakan instrumen Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) pada mahasiswa dari tiga universitas, dengan teknik stratified random sampling. Tahap kualitatif dilanjutkan dengan wawancara mendalam menggunakan teknik purposive sampling terhadap mahasiswa yang aktif menggunakan platform digital. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji ANOVA, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Triangulasi metode dilakukan untuk memastikan validitas dan memperkuat hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan motivasi belajar pada mahasiswa yang aktif mengikuti pembelajaran digital berbasis blended learning, terutama karena fleksibilitas waktu, pemberian umpan balik cepat, dan adanya kontrol terhadap proses belajar. Blended learning terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran jangka panjang di era pascapandemi, dengan catatan bahwa kesiapan infrastruktur dan kompetensi pedagogis dosen perlu terus ditingkatkan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan sistem pembelajaran tinggi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan motivasi serta hasil belajar mahasiswa secara berkelanjutan.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Inklusif di Sekolah Dasar: Studi Kasus di NTB Baiq Hatimatussa'adah
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/3k3h3k38

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai respons atas tuntutan pendidikan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpihak pada keragaman peserta didik, termasuk dalam konteks pendidikan inklusif di Sekolah Dasar. Namun, implementasinya di kelas inklusif masih menghadapi tantangan dalam hal strategi pedagogik yang adaptif terhadap kebutuhan anak berkebutuhan khusus, terutama di wilayah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka secara inklusif di Sekolah Dasar, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah beberapa Sekolah Dasar inklusif di Provinsi NTB yang telah mengadopsi Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian mencakup guru kelas, kepala sekolah, dan siswa berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi kelas, wawancara mendalam, dan studi dokumen, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara iteratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan modifikasi RPP berbasis diferensiasi, menggunakan asesmen formatif adaptif, serta mengadopsi model pembelajaran proyek dan pendekatan tematik yang fleksibel. Temuan ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka memungkinkan implementasi inovatif dalam konteks pembelajaran inklusif. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris tentang praktik pedagogik inklusif berbasis kurikulum, yang relevan untuk pengembangan kebijakan dan pelatihan guru di masa depan.
Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Berbasis Augmented Reality terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP Ali, Lalu Usman; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/g26qzt07

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kerap menghadapi kesulitan dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak dan visual kompleks, seperti struktur atom dan sistem organ manusia. Keterbatasan media konvensional dalam memfasilitasi visualisasi materi berdampak pada rendahnya pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media interaktif berbasis Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar IPA siswa SMP dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) dan rancangan Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP, dengan dua kelas sebagai sampel yang ditentukan secara purposif; satu kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan media AR dan satu kelas sebagai kelompok kontrol menggunakan media konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif yang telah divalidasi oleh ahli. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t independen untuk membandingkan hasil belajar antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan nilai rata-rata yang lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan media AR. Temuan ini menunjukkan bahwa media AR efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA, terutama pada materi yang bersifat visual dan abstrak. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran berbasis bukti yang mendorong integrasi AR dalam kurikulum IPA serta pelatihan guru guna mendukung pemanfaatan teknologi pendidikan secara optimal.
Mengukur Literasi Digital Guru SMK sebagai Dasar Pengembangan Model Pelatihan Kontekstual dalam Pembelajaran Daring Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/mva80r68

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk memiliki literasi digital yang memadai dalam mengelola pembelajaran daring. Ketiadaan data empiris mengenai kompetensi digital guru SMK menjadi kendala dalam merancang pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan vokasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan literasi digital guru SMK sebagai dasar pengembangan program pelatihan yang kontekstual dan berbasis praktik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif terhadap 50 guru SMK di Kabupaten Lombok Timur yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa kuesioner berbasis empat domain literasi digital: akses, evaluasi informasi, penggunaan alat digital, dan kreasi konten. Validitas isi diperoleh melalui expert judgment dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses teknologi dan menggunakan platform pembelajaran dasar, namun masih lemah dalam mengevaluasi informasi dan menciptakan konten digital. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara keterampilan dasar dan lanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan peta kemampuan literasi digital guru SMK sebagai rujukan dalam merancang intervensi pelatihan yang lebih tepat sasaran.   The development of digital technology in education demands that teachers, particularly in Vocational High Schools (SMK), possess adequate digital literacy to manage online learning effectively. The absence of empirical data on SMK teachers' digital competence poses challenges in designing training aligned with vocational education needs. This study aims to assess the digital literacy level of vocational teachers as a foundation for designing contextual and practice-based training programs. A quantitative descriptive approach was employed to study 50 vocational teachers in East Lombok Regency, who were selected purposively. The research instrument consisted of a questionnaire that covered four domains of digital literacy: access, information evaluation, digital tool usage, and content creation. Content validity was ensured through expert judgment, and data were analyzed using descriptive statistics. The results reveal that most teachers exhibit strong capabilities in accessing digital technology and using basic educational platforms. Yet, they face difficulties in critically evaluating digital information and creating interactive content. These findings highlight a significant gap between basic and advanced digital skills. This study contributes by offering a competency map of vocational teachers' digital literacy to guide the design of more targeted professional development programs.  
Supervisi Akademik Kontekstual dan Kompetensi Pedagogik Guru SD di Wilayah 3T: Studi Korelasional Berbasis Data Empiris Murah; Mashur
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/pr9qky76

Abstract

Kualitas pendidikan dasar sangat ditentukan oleh kemampuan pedagogik guru dalam mengelola pembelajaran secara efektif, terutama di wilayah terpencil yang menghadapi keterbatasan geografis dan sumber daya. Peran kepala sekolah sebagai supervisor akademik menjadi krusial dalam membina kompetensi tersebut melalui pendekatan yang kontekstual dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar terpencil. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 60 guru dari 10 SD terpencil di Kabupaten Lombok Utara. Instrumen berupa angket skala Likert diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis dengan korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan adanya hubungan kuat dan signifikan antara supervisi akademik dan kompetensi pedagogik (r = 0,680; p < 0,05), dengan kontribusi pengaruh sebesar 46,2% (R² = 0,462). Supervisi yang dilakukan secara sistematis berdampak positif pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi akademik kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di daerah 3T. Temuan ini memperkuat dasar empiris bagi pengembangan kebijakan supervisi berbasis konteks lokal dan pemerataan mutu pendidikan nasional. Abstract The quality of basic education is significantly influenced by teachers' pedagogical competence, particularly in remote areas that face geographic and resource limitations. The role of principals as academic supervisors is critical in developing such competencies through contextual and structured approaches. This study aims to examine the influence of principals' academic supervision on the pedagogical competence of elementary school teachers in remote areas. A quantitative correlational design was employed, involving 60 teachers from 10 remote elementary schools in North Lombok Regency. Data were collected using a validated Likert-scale questionnaire and analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. Results indicate a strong and statistically significant relationship between academic supervision and pedagogical competence (r = 0.680; p < 0.05), with a contribution of 46.2% (R² = 0.462). Systematic supervision has a positive impact on teachers' planning, implementation, and evaluation of learning. This study concludes that academic supervision by school principals is a key factor in enhancing teacher pedagogical competence in 3T (frontier, outermost, disadvantaged) regions. The findings offer empirical support for the development of locally contextualized supervision policies and equitable quality education.
Pendekatan Kontekstual Berbasis Nilai untuk Pendidikan Toleransi: Studi Kualitatif pada Sekolah Multikultural Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/1kwq1h20

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek krusial dalam penguatan nilai-nilai kemanusiaan di sekolah multikultural, terutama di tengah tantangan keberagaman sosial budaya yang kompleks. Namun, hingga kini masih terdapat kekosongan literatur terkait strategi pembelajaran kontekstual yang diterapkan guru untuk menanamkan karakter toleransi secara nyata di ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam membangun karakter toleransi siswa di sekolah menengah pertama multikultural. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek enam guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil utama menunjukkan bahwa strategi dominan yang digunakan guru meliputi metode cerita lintas budaya, proyek sosial kolaboratif, dan diskusi reflektif. Strategi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap empatik, kesadaran kritis, dan kolaborasi antaridentitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis nilai sangat relevan dalam membentuk karakter toleransi siswa. Temuan ini berkontribusi pada penguatan kebijakan pendidikan karakter serta pengembangan pelatihan guru berbasis konteks sosial-budaya. Abstract  Character education is a crucial component in reinforcing humanitarian values in multicultural schools, particularly amid the challenges of complex socio-cultural diversity. However, a literature gap remains regarding the contextual teaching strategies that teachers employ to foster tolerance within the classroom environment. This study aims to identify and analyze the teaching strategies used by teachers to develop students' tolerance in multicultural junior high schools. A qualitative descriptive approach was applied, involving six purposively selected teachers as participants. Data collection techniques included classroom observation, in-depth interviews, and instructional documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, display, and verification. The principal findings indicate that teachers predominantly employed cultural storytelling, collaborative social projects, and reflective discussions. These strategies effectively promote empathy, critical awareness, and cross-cultural collaboration among students. The study concludes that value-based contextual teaching is highly effective in shaping students' tolerance in multicultural settings. These findings contribute to strengthening character education policy and guide the development of culturally responsive teacher training programs.
Kecerdasan Emosional sebagai Prediktor Disiplin Belajar Mahasiswa pada Masa Pascapandemi: Sebuah Studi Regresi Linier Wirakesuma, Dadang Warta Chandra; Khairul Azmi; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/29cmn966

Abstract

The post-pandemic transformation of education has created new challenges for university students in adapting to shifting learning rhythms and increasing emotional pressures. Emotional intelligence is believed to play a vital role in shaping consistent and adaptive learning discipline during this transition period. This study aimed to assess the influence of emotional intelligence on students' learning discipline in the context of the post-pandemic adjustment. A quantitative correlational approach was employed, involving 148 purposively selected students from various academic programs. Data was collected using two validated psychometric instruments: an emotional intelligence scale based on Goleman and Bar-On's framework, and a learning discipline scale developed by the researchers. Simple linear regression analysis was used, preceded by classical assumption testing to ensure model validity. The results indicated a significant influence of emotional intelligence on learning discipline (β = 0.487; R² = 0.237; p < 0.05). These findings highlight the importance of enhancing EI to support disciplined academic behavior among students. This study contributes to the development of emotional intelligence-based intervention programs in higher education in the post-pandemic era.   Abstract Transformasi pendidikan pascapandemi telah menciptakan tantangan baru bagi mahasiswa dalam menyesuaikan diri terhadap ritme belajar yang berubah dan tekanan emosional yang meningkat. Kecerdasan emosional diyakini berperan penting dalam membentuk disiplin belajar yang konsisten dan adaptif pada masa transisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh kecerdasan emosional terhadap disiplin belajar mahasiswa pada masa adaptasi kehidupan baru. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan, dengan partisipasi 148 mahasiswa dari berbagai program studi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan dua skala psikometrik: skala kecerdasan emosional berdasarkan teori Goleman dan Bar-On, serta skala disiplin belajar yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data dilakukan melalui regresi linier sederhana, dengan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap disiplin belajar (β = 0,487; R² = 0,237; p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan EI dalam mendukung perilaku belajar mahasiswa yang disiplin. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan program intervensi berbasis kecerdasan emosional di lingkungan pendidikan tinggi pascapandemi.
Evaluasi Komprehensif Program Sekolah Penggerak Berbasis Model CIPP: Studi Kontekstual di Kabupaten Lombok Timur Muh Nursabki; Ahyar Ansori
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/8xbama43

Abstract

The School Transformation Program (Program Sekolah Penggerak) is a strategic national agenda to enhance educational quality and develop the Pancasila Student Profile. However, its implementation at the local level still faces challenges that have rarely been evaluated comprehensively. This study aims to assess the overall implementation of the Program in East Lombok Regency using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. A descriptive-quantitative evaluative approach was applied, triangulated with qualitative data through in-depth interviews. The research population included all program schools in East Lombok, with purposive sampling based on school level and implementation phase. Instruments included a validated Likert-scale questionnaire and semi-structured interview guidelines. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were interpreted thematically. The findings revealed that context (4.20) and input (3.80) components were rated highly effective and effective; while process (3.20) and product (3.50) components showed moderate effectiveness and uneven outcomes across schools. The study highlights the need for sustained training and context-sensitive mentoring strategies. This research contributes to evidence-based educational policymaking for implementing national reform programs in diverse local settings. Abstract Transformasi pendidikan melalui Program Sekolah Penggerak merupakan bagian dari agenda strategis nasional untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pembentukan karakter Pelajar Pancasila. Namun, pelaksanaan program ini di tingkat daerah masih menghadapi tantangan implementatif yang belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Sekolah Penggerak secara menyeluruh di Kabupaten Lombok Timur menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif kuantitatif-deskriptif dengan triangulasi data kualitatif melalui wawancara mendalam. Populasi penelitian adalah seluruh sekolah penggerak di Kabupaten Lombok Timur, dengan teknik purposive sampling berdasarkan jenjang dan tahun pelaksanaan. Instrumen yang digunakan adalah angket skala Likert dan pedoman wawancara semi-terstruktur yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif untuk data kuantitatif dan tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek konteks (4,20) dan input (3,80) dinilai sangat efektif dan efektif; sedangkan proses (3,20) dan produk (3,50) menunjukkan efektivitas sedang dan tidak merata antar sekolah. Evaluasi ini menyoroti perlunya penguatan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan berbasis konteks. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan berbasis bukti dalam pelaksanaan program nasional di daerah dengan kompleksitas lokal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10