UD. Parang Tayam adalah usaha kecil yang berlokasi di Desa Tarwa, Kecamatan Moyohulu, Kabupaten Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan kapasitas produksi sekitar 10 hingga 12 batu bata merah per hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah untuk mengurangi insiden kecelakaan kerja dalam proses produksi. Dua metode utama diterapkan: Analisis Keselamatan Pekerjaan (JSA) untuk mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan langkah-langkah pencegahannya, serta pendekatan Rumah Risiko (HOR) yang menekankan pencegahan dua tahap. Pada HOR 1, Potensi Risiko Agregat (ARP) digunakan untuk mengevaluasi potensi risiko dan mengidentifikasi faktor risiko prioritas. Sementara itu, pada HOR 2, langkah-langkah mitigasi dirumuskan untuk faktor risiko prioritas tersebut. JSA mengidentifikasi 10 potensi bahaya dari 16 aktivitas kerja. Ini termasuk iritasi mata akibat debu dedak beras, gangguan pernapasan, terpeleset, dan paparan percikan api. Sementara itu, HOR 1 mengidentifikasi enam faktor risiko prioritas (A7, A16, A5, A10, A13, A8) yang memerlukan pengelolaan lebih lanjut. HOR 2 mengembangkan 17 langkah mitigasi risiko dari enam faktor risiko utama, dengan memprioritaskan PA1 yang memiliki nilai ETDk tertinggi (975) sebagai langkah mitigasi utama. Pendekatan ini memungkinkan pengurangan risiko keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dan efisien di UD. Parang Tayam
Copyrights © 2026