Perilaku toxic di internet telah menjadi perhatian global karena dampak negatifnya yang signifikan. Perilaku toxic internet surfing juga mempengaruhi cara belajar siswa sehingga guru memiliki peran untuk pencegahan perilaku toxic internet surfing. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan meningkatkan awareness mengenai perilaku toxic di balik internet surfing pada siswa tidak hanya penting untuk melindungi siswa dari menjadi korban, tetapi juga untuk mencegah mereka menjadi pelaku. Peningkatan awareness dilakukan melalui psikoedukasi. Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan pada MAN 2 Polewali Mandar. Sebanyak 30 siswa kelas XI dan XII mengikuti kegiatan psikoedukasi ini. Hasil psikoedukasi menunjukkan bahwa siswa memperoleh pengetahuan mengenai konsep psikologi dalam memahami permasalahan perilaku toxic internet surfing dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berpendapat bahwa kegiatan yang diberikan memiliki hubungan dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Hasil akhir kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperlihatkan kepuasan yang sangat baik mengenai pelaksanaan kegiatan psikoedukasi ini.
Copyrights © 2024