Penelitian ini melihat tentang perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang telah membawa dampak dua arah yang cepat bagi dunia pendidikan tinggi, sering diibaratkan sebagai "pisau bermata dua". AI secara langsung memengaruhi pengembangan dua kompetensi mendasar mahasiswa, yakni Pemikiran Kritis dan Literasi Kebangsaan. Meskipun AI berfungsi sebagai alat bantu canggih yang menawarkan kemudahan akses informasi yang sangat besar, risiko kognitif terbesarnya adalah menurunnya kemampuan Pemikiran Kritis. Kemerosotan ini disebabkan kecenderungan mahasiswa untuk mengembangkan ketergantungan pada AI dan memilih solusi cepat, suatu kondisi yang diperburuk oleh maraknya penyebaran hoaks dan kesenjangan antara literasi teknologi dan literasi nilai. Aspek paling penting dari penggunaan bijak adalah kewajiban bagi mahasiswa untuk memverifikasi keakuratan informasi yang diperoleh dari AI. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diusulkan sebagai tempat strategis, berperan sebagai "Jembatan Nilai dan Teknologi". PPKn harus dimanfaatkan untuk memperkuat etika penggunaan AI, nilai kebangsaan, dan kemampuan kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab, sesuai nilai-nilai dan falsafah Pancasila.
Copyrights © 2025