Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika respon dan kapasitas guru dalam implementasi kurikulum baru Madrasah Aliyah di Pekanbaru. Perubahan kurikulum di Indonesia menuntut guru untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, baik dalam memahami dokumen kurikulum, menyusun perangkat ajar, maupun menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan tiga informan utama: Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, dan Guru Fiqih. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon stakeholder madrasah terhadap kurikulum baru cenderung positif, namun tingkat kesiapan guru tidak merata. Kepala sekolah menunjukkan kepemimpinan transformasional dalam mengarahkan perubahan, sedangkan Waka Kurikulum berperan penting dalam supervisi teknis dan penyusunan perangkat ajar. Guru sebagai pelaksana langsung mengalami tantangan dalam memahami format baru, merancang asesmen autentik, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan manajemen sekolah dan semangat kolaborasi antar-guru, sementara hambatan mencakup keterbatasan literasi digital, waktu, dan fasilitas pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum baru sangat dipengaruhi oleh kapasitas guru dan dukungan struktural madrasah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025