Pembelajaran Al-Qur’an di era digital kini semakin dimudahkan melalui aplikasi mobile yang mendukung murajaah mandiri, yaitu proses pengulangan hafalan secara independen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi komparatif terhadap dua aplikasi populer, yaitu Tarteel dan Qur’an Indonesia, dalam konteks pemanfaatan untuk murajaah Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-komparatif berdasarkan fitur utama, antarmuka pengguna, akurasi pengenalan suara, dukungan audio, dan aksesibilitas bagi pemula hingga hafidz tingkat lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarteel memiliki keunggulan dalam fitur koreksi tajwid real-time berbasis AI dan integrasi komunitas global, sementara Qur’an Indonesia lebih adaptif untuk pengguna lokal dengan terjemahan, tafsir, dan audio murottal berbahasa Indonesia yang lengkap. Kedua aplikasi efektif untuk murajaah mandiri, tetapi Tarteel lebih cocok untuk latihan interaktif, sedangkan Qur’an Indonesia ideal untuk pembelajaran kontekstual. Kesimpulan penelitian merekomendasikan integrasi keduanya untuk optimalisasi pembelajaran Al-Qur’an, dengan implikasi peningkatan motivasi dan efektivitas hafalan di kalangan generasi muda Muslim Indonesia.
Copyrights © 2025