Permasalahan gizi pada anak sekolah dasar masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, ditandai dengan tingginya prevalensi gizi kurang, obesitas, serta konsumsi pangan tinggi gula, garam, dan lemak. Rendahnya literasi gizi, khususnya kemampuan membaca label pangan dan memahami pedoman gizi seimbang, menjadi faktor utama yang mempengaruhi pola konsumsi anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi gizi melalui implementasi “Gizi Nomic” dengan dua fokus utama, yaitu penerapan konsep Isi Piringku dan keterampilan membaca label pangan. Kegiatan dilaksanakan di tiga sekolah dasar Desa Buahdua selama tiga hari dengan metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi visual, dan praktik langsung. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dalam mengenali kelompok makanan, memahami fungsi gizi, serta keterampilan membaca label pangan. Selain itu, muncul perubahan perilaku awal berupa kecenderungan memilih pangan sehat dan keterlibatan guru dalam mendukung keberlanjutan program.
Copyrights © 2025