Perkembangan teknologi digital mendorong terjadinya transformasi besar dalam praktik dakwah dan keberagamaan di Indonesia. Media sosial telah menjadi ruang baru bagi penyebaran nilai-nilai Islam, namun pada saat yang sama memunculkan fenomena komodifikasi agama ketika ajaran, simbol, maupun identitas keagamaan dikemas mengikuti logika pasar dan industri budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika komodifikasi agama dalam dakwah digital serta implikasinya bagi umat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah literatur terkait sosiologi agama, dakwah digital, dan praktik komodifikasi dalam ruang media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital membuka peluang besar bagi penyebaran ajaran Islam secara lebih luas, interaktif, dan inklusif. Namun, komodifikasi berpotensi menggeser orientasi dakwah dari dimensi spiritual ke arah popularitas dan profit melalui monetisasi konten, personal branding, promosi produk, dan estetisasi simbol religius. Kondisi ini menimbulkan tantangan etis, seperti penurunan kualitas keilmuan, bias otoritas, serta fragmentasi umat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, etika dakwah, serta pemahaman keagamaan yang mendalam agar dakwah digital tetap berada dalam koridor maqāṣid al-sharī‘ah dan nilai-nilai moral Islam.
Copyrights © 2025