Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis eksistensi Sanggar Ubrug Pusaka Jaya di Kecamatan Panimbang sebagai institusi teater tradisional tertua di Kabupaten Pandeglang. Dipimpin oleh tokoh sentral Abah Suparta, sanggar ini berperan sebagai pilar utama dalam menjaga orisinalitas seni Ubrug yang mengintegrasikan unsur tari, musik, rupa, dan drama bertema sosial-kepahlawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Pusaka Jaya memiliki kontribusi signifikan dalam ekspansi budaya hingga ke luar Pulau Jawa serta penguatan identitas lokal melalui narasi komedi yang edukatif. Namun, ditemukan fakta bahwa eksistensi sanggar ini menghadapi tantangan serius berupa rendahnya rekognisi dari pemerintah dan masyarakat urban. Meskipun mengalami marginalisasi secara struktural, sanggar ini tetap konsisten berfungsi sebagai katalisator dalam meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pelestarian seni tradisi yang mulai tergerus zaman.
Copyrights © 2026