Giri Mustika Roekmana
Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Proses Pembelajaran Tata Busana Teater Menggunakan Project Based Learning Pada Kelas XI di SMKN 1 Pandeglang Astri Iva Dwi Ayu Maulida; Giri Mustika Roekmana; Wiwin Purwinarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tata busana teater merupakan kompetensi penting dalam pendidikan seni, yang melibatkan keterampilan teknis seperti menjahit dan desain, serta pemahaman interpretasi karakter, konteks cerita, dan unsur estetika dalam pertunjukan teater. Namun, tantangan seperti kreativitas siswa yang rendah, fasilitas terbatas, dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru sering muncul. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran tata busana teater menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) di SMKN 1 Pandeglang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari guru mata pelajaran dan siswa kelas XI Tata Busana. Hasil menunjukkan bahwa PjBL memungkinkan siswa terlibat aktif dalam merancang, memproduksi, dan mengevaluasi kostum teater, meningkatkan kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan teknis. Siswa juga memperoleh pengalaman autentik yang mendekati lingkungan kerja profesional melalui pembagian tugas, diskusi kelompok, dan presentasi proyek. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kurikulum vokasional seni pertunjukan. Rekomendasi penelitian ini adalah implementasi PjBL dapat dilanjutkan dengan penyesuaian jadwal dan fasilitas untuk hasil yang lebih optimal, serta direkomendasikan sebagai model pembelajaran vokasional seni pertunjukan.
Eksistensi Sanggar Ubrug Pusaka Jaya di Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Ari Syamsul Bahri; Giri Mustika Roekmana; Wiwin Purwinarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35982

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis eksistensi Sanggar Ubrug Pusaka Jaya di Kecamatan Panimbang sebagai institusi teater tradisional tertua di Kabupaten Pandeglang. Dipimpin oleh tokoh sentral Abah Suparta, sanggar ini berperan sebagai pilar utama dalam menjaga orisinalitas seni Ubrug yang mengintegrasikan unsur tari, musik, rupa, dan drama bertema sosial-kepahlawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Pusaka Jaya memiliki kontribusi signifikan dalam ekspansi budaya hingga ke luar Pulau Jawa serta penguatan identitas lokal melalui narasi komedi yang edukatif. Namun, ditemukan fakta bahwa eksistensi sanggar ini menghadapi tantangan serius berupa rendahnya rekognisi dari pemerintah dan masyarakat urban. Meskipun mengalami marginalisasi secara struktural, sanggar ini tetap konsisten berfungsi sebagai katalisator dalam meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pelestarian seni tradisi yang mulai tergerus zaman.
Model Pembelajaran Tipe Jigsaw dalam Keaktifan Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Seni Tari di SMP PGRI Cikande Fiska Sulistiyo Rani; Dwi Junianti Lestari; Giri Mustika Roekmana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw serta menganalisis tingkat keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran seni tari di SMP PGRI Cikande. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, baik saat diskusi maupun praktik tari. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Jigsaw mampu meningkatkan keaktifan siswa, ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam diskusi, kerjasama kelompok, serta kepercayaan diri saat mempraktikkan gerak tari. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala seperti perbedaan kemampuan antar siswa dan kebutuhan waktu yang lebih panjang untuk koordinasi. Secara keseluruhan, model Jigsaw dinilai efektif dalam meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa pada pembelajaran seni tari.