Penelitian ini dilatar belakangi oleh penurunan luas lahan dan jumlah produksi komoditas sayuran seperti daun bawang, kembang kol, kubis, dan wortel. Fenomena ini menyebabkan pendapatan dari bertani sayuran tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga berpengaruh pada kesejahteraan ekonomi petani sayuran. Selain itu juga ditemukan kondisi beberapa rumah petani sayuran masih bersifat semi permanen. Penelitian ini bertujuan menelaah tingkat kesejahteraan ekonomi petani sayuran di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, melalui perspektif ekonomi Islam, menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari sumber primer melalui kuesioner serta data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Pemerintah Nagari Sungai Pua, dan Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Pua, kemudian dianalisis dengan metode Miles dan Huberman yang mencakup reduksi,penyajian,danpenarikan kesimpulan. Hasil analisis mengungkap bahwa dari sisi pendapatan rumah tangga, petani sayuran di wilayah tersebut belum tergolong sejahtera, namun dalam hal pengeluaran rumah tangga, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hunian mereka telah mencapai kondisi sejahtera. Selain itu, dari sudut pandang maqashid syariah, mereka dinilai sejahtera karena konsisten memelihara prinsip-prinsip fundamental seperti pemeliharaan agama, keselamatan jiwa, pengembangan akal, dan perlindungan harta.
Copyrights © 2026