Penelitian ini mengkaji pengembangan model muroja‘ah Al-Qur’an setelah dihafal di TPQ Sakinah dengan langkah penerapan metode Drill Verbal Cooperative, yang memadukan latihan verbal berulang dan pembelajaran kooperatif kelompok kecil. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya retensi hafalan, pembelajaran yang pasif, serta minimnya kesempatan latihan aktif bagi santri usia dini, diperkuat temuan observasi awal yang menunjukkan 60% santri mengalami kesulitan mempertahankan hafalan setelah lebih dari dua minggu tanpa pengulangan terstruktur. Penelitian menggunakan desain kuantitatif komparatif dua kelompok dengan sampel 25 santri, pretest–posttest, observasi, dan angket respons. Hasil implementasi selama empat pekan pada kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan kelancaran hafalan sebesar 36%, penurunan kesalahan tajwid menjadi 1–2 kesalahan per setoran, kemampuan menyimak dan koreksi teman sebaya mencapai 80%, motivasi belajar naik hingga 85%, serta retensi hafalan meningkat menjadi 78%. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pengulangan aktif dalam lingkungan kolaboratif memperkuat jejak memori jangka panjang, meningkatkan kesadaran fonetis dan keterampilan metakognitif, serta menumbuhkan interdependensi positif dan kepercayaan diri santri. Metode Drill Verbal Cooperative terbukti efektif, relevan, dan aplikatif sebagai inovasi pembelajaran muroja‘ah di tingkat TPQ, khususnya dalam menjawab tantangan lupa hafalan dan rendahnya partisipasi belajar anak di era modern.
Copyrights © 2026