Pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi, khususnya kemampuan berpikir kritis, sebagai kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan arus informasi yang semakin kompleks. Salah satu pendekatan pembelajaran yang relevan untuk menjawab tuntutan tersebut adalah StudentCentered Learning (SCL), yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan empiris hasil penelitian terdahulu mengenai resonansi penerapan StudentCentered Learning terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui reduksi data dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Student-Centered Learning berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, terutama pada aspek analisis, evaluasi, inferensi, dan regulasi diri. Oleh karena itu, Student-Centered Learning dapat dipandang sebagai pendekatan pembelajaran yang strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Copyrights © 2025