Hadis Nabi Muhammad SAW merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an yang menjadi pedoman utama umat Islam. Untuk menjaga keaslian dan kemudahan pemahaman, para ulama mengembangkan metodologi penyusunan kitab hadis yang sistematis dan ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode deskriptif untuk menguraikan model, cara penyusunan, dan implikasi metodologisnya. Hasil kajian menunjukkan adanya berbagai model penyusunan seperti musnad, musannaf, jami’, sunan, ajza’, mu’jam, mustadrak, mustakhraj, athraf, dan syarah/ta’liq yang disesuaikan dengan tujuan keilmuan masing-masing ulama. Proses penyusunan dilakukan melalui pengumpulan hadis, verifikasi sanad dan matan dengan ilmu jarh wa ta’dil, serta klasifikasi tematik guna menjamin keotentikan dan kredibilitas riwayat. Metodologi ini berimplikasi besar terhadap penguatan ilmu hadis dan pendidikan Islam karena menghasilkan sumber ajaran yang valid, sistematis, dan aplikatif dalam penetapan hukum serta pengamalan nilai-nilai Islam.
Copyrights © 2025