Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pembangunan pertambangan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menggunakan perspektif etika pembangunan Peter L. Berger. Aktivitas pertambangan di wilayah ini telah menimbulkan berbagai dampak negatif baik bagi masyarakat setempat maupun lingkungan. Aktivitas ini telah menyebabkan pencemaran tanah, hutan, air, dan udara, serta kerusakan pada harta milik masyarakat seperti rumah dan lahan perkebunan. Akibatnya, sektor pertanian salah satu pilar utama perekonomian lokal mengalami penurunan produktivitas. Dalam konteks ini, etika pembangunan Peter L. Berger relevan sebagai kerangka kerja kritis untuk menilai praktik pembangunan yang mengabaikan dimensi manusia. Berger dengan tegas mengkritik utopia pertumbuhan ekonomi yang dipromosikan oleh ideologi kapitalis dan sosialis dan mengusulkan konsep pembangunan yang menekankan pertimbangan biaya manusia dan upaya untuk mengurangi penderitaan sosial. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka, meneliti karya-karya ilmiah yang relevan untuk menganalisis isu pembangunan pertambangan di Pulau Flores melalui lensa etika pembangunan Peter L. Berger.
Copyrights © 2025