Penelitian ini mengkaji pemikiran pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah (750-1258 M) dan relevansinya dengan sistem pendidikan modern. Dinasti Abbasiyah merupakan periode keemasan peradaban Islam yang ditandai dengan kemajuan luar biasa dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah berdirinya Dinasti Abbasiyah, mengeksplorasi pemikiran pendidikan Islam pada masa tersebut, dan mengidentifikasi relevansinya dengan pendidikan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-analitis. Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal, dan dokumen sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Abbasiyah mengintegrasikan ilmu agama (naqliyah) dan ilmu rasional (aqliyah) melalui lembaga-lembaga seperti kuttab, masjid, madrasah, dan Bayt al-Hikmah. Tokoh-tokoh seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep pendidikan holistik. Konsep-konsep pendidikan Abbasiyah seperti sistem wakaf untuk pembiayaan pendidikan, integrasi ilmu agama dan sains, serta pembentukan karakter holistik masih relevan dengan sistem pendidikan modern, khususnya di Indonesia. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer yang seimbang antara tradisi dan inovasi.
Copyrights © 2025