Penelitian ini membahas tentang sekolah cagar budaya di dua tempat yang berbeda yaitu SDN Purwotengah Mojokerto dan SDN Sulung Surabaya, yang bertujuan untuk memahami upaya kedua sekolah tersebut dalam meningkatkan eksistensinya sebagai sekolah cagar budaya dalam bentuk program khusus dan sesuai karakteristik masing-masing sekolah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan multi situs dan kerangka teori manajemen dari GR Terry. studi ini mengkaji aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan pada sekolah cagar budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah tersebut memiliki manajemen yang unik dengan persamaan dan perbedaannya, SDN Purwotengah mengusung program Geno Center dan Museum galeri Soekarno, sedangkan SDN Sulung mengusung program Artefak dan museum Artefak. Penelitian ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran dan kecintaan terhadap nilai historis dan nilai budaya pada sekolah cagar budaya dan juga sebagai sumber inspirasi bagi sekolah cagar budaya lainnya di Indonesia.
Copyrights © 2025