Manajemen supervisi akademik merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, namun efektivitasnya seringkali diperiksa di lembaga-lembaga pendidikan yang kompleks seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki bidang ajar produktif dan normatif dengan karakteristik berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas supervisi manajemen akademik pada guru bidang produktif dan normatif dalam upaya meningkatkan manajemen SDM di SMK Muhammadiyah 1 Baturetno. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta guru dari kedua bidang. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Praktik supervisi secara substansial berbeda; pengawasan pada guru produktif fokus pada aspek teknis dan relevansi industri, sedangkan pada guru normatif lebih menekankan pada inovasi pedagogis dan pengelolaan kelas. (2) Terdapat perbedaan persepsi efektivitas yang signifikan; guru merasa pengawasan produktif kurang membantu dalam pembaruan pengetahuan teknis, sementara guru normatif merasa sangat terbantu dalam strategi pengembangan mengajar. (3) Model pengawasan “satu untuk semua” terbukti tidak efektif karena gagal menjawab kebutuhan pengembangan profesional yang spesifik pada masing-masing bidang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pengawasan sebagai alat manajemen SDM di SMK menuntut adanya pendekatan yang terdiferensiasi, baik dalam instrumen, fokus pengawasan, maupun program tindak lanjutnya.
Copyrights © 2025