Artikel ini bertujuan mengkaji peran Ijtima Ulama Dunia atau World Ulama Gathering dalam mendukung soft diplomacy Indonesia. Setelah vakum selama 16 tahun, kegiatan ini kembali digelar di Provinsi Lampung, Indonesia, pada 28–30 November 2025 dan dihadiri peserta dari 99 negara atas prakarsa Jamaah Tabligh Indonesia. Sebagai forum global, apa kontribusi Ijtima Ulama Dunia terhadap politik luar negeri Indonesia, khususnya dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia? Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dengan memadukan teori soft diplomacy dan konsep multi-track diplomacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ijtima Ulama Dunia tidak hanya kegiatan spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai platform dialog strategis antar-pemimpin dan komunitas Islam global. Dalam kerangka multi-track diplomacy, Ijtima Ulama Dunia melibatkan tiga dari sembilan jalur diplomasi, yaitu pemerintah, warga negara (masyarakat sipil), dan aktor keagamaan. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini turut memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang damai, toleran, dan bersatu, khususnya di mata komunitas Islam global, serta mendukung strategi nation branding Indonesia. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Ijtima Ulama Dunia berkontribusi terhadap implementasi soft diplomacy Indonesia, terutama dalam ranah diplomasi keagamaan.
Copyrights © 2026