Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi kimia (PK, LK, BETN, TDN) yang terdapat dalam silase rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorence) dan daun kelor (Moringa oleifera) dengan perbandingan yang berbeda. Studi ini menerapkan metode eksperimen melalui desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang tersusun atas 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan yang diberikan tersusun atas P0: 100% rumput Kume, P1: 75% rumput Kume + 25% daun Kelor, P2: 50% rumput Kume + 50% daun Kelor, P3: 25% rumput Kume + 75% daun Kelor. Data penelitian dianalisis dengan analisis varians untuk mengidentifikasi pengaruh perlakuan dan uji beda nyata terkecil dalam mengamati perbedaan antara perlakuan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P0,01) terhadap kadar PK dan LK, pengaruh yang signifikan (P0,05) terhadap kadar BETN serta pengaruh yang tidak signifikan (P0,05) terhadap kadar TDN. Terdapat peningkatan pada nilai PK, LK, dan TDN dengan kisaran nilai PK berturut-turut (P0 5,90%., P1 8,44%., P2 12,75%., P3 14,36%), kisaran nilai LK yaitu (P0 3,60%., P1 7,13%., P2 7,70%., P3 9,53%), dan kisaran nilai TDN yaitu (P0 55,94%., P1 56,74%., P2 58,71%., P3 58,99%), sedangkan terjadi penurunan pada nilai BETN dengan kisaran nilai berturut-turut (P0 45,62%., P1 43,74%., P2 40,96%., P3 40,85%). Disimpulkan bahwa komposisi kimia silase bergantung pada keseimbangan antara rumput Kume dan daun Kelor, di mana keseimbangan terbaik terdapat pada Perlakuan P3.
Copyrights © 2026