Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kualitas Fisik Daging Kambing Kacang Jantan Muda yang Diberi Rumput Lapang dan Tiga Level Konsentrat Marselinus Hambakodu; Luh Sri Enawati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 1 (2019): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.047 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i1.5491

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian level konsentrat sebagai pakan suplemen terhadap kualitas fisik daging kambing yang meliputi susut masak, daya ikat air, keempukan dan pH. Penelitian ini menggunakan daging bagian otot Longisimus dorsi dan Bisef femoris dari 12 ekor kambing Kacang jantan muda berumur 6-8 bulan dengan berat badan awal 11,82 ± 1,29 kg (koefisien variasi 10,92%). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu   R1 = rumput lapangan ad libitum + konsentrat 0,5% BB, R2 = rumput lapangan ad libitum + konsentrat 0,75% BB , R3 = rumput lapangan ad libitum  +  konsentrat 1% BB. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap susut masak, daya ikat air, keempukan dan pH. Pemberian konsentrat sebagai suplemen dengan level 0,5%; 0,75% dan 1% menghasilkan kualitas fisik daging (susut masak, daya ikat air, keempukan dan pH) yang relatif sama pada otot Longissimus dorsi dan Biceps femoris dari kambing Kacang jantan muda.Kata kunci: Kambing kacang jantan, konsentrat, sifat fisik daging.ABSTRACTThis study aims to determine the effect of level concentrate as a feed supplement on the physical quality of meat of Kacang male goat including cooking loss, water holding capacity, tenderness and pH. This research used meats the muscle section of Longissimus dorsi and Bicep femoris from 12 heads of young male Kacang goat aged 6-8 months with the initial body weight 11,89 ± 1,29 kg (variation coefficient 10,92%). The research method used completely randomized design with three treatments and four replicates, i.e.: R1 = native grass ad libitum + concentrates 0,5% BW, R2 = native grass ad libitum + concentrates 0,75% BW, R3 = native grass ad libitum + concentrates 1% BW. Statistical analysis showed that the treatment effect insignificant (p> 0.05) against cooking loss, water holding capacity, tenderness and pH. Giving of concentrate as a supplement to the level of 0,5%; 0,75% and 1% resulted in the physical quality of the meat (cooking loss, water holding capacity, tenderness and pH) were relatively similar to the muscle Longissimus dorsi and Biceps femoris of young male Kacang goats.Keywords: Male Kacang goat, concentrate, the physical quality of meat.
Pengaruh level serat terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien sapi varian genetik dan sapi bali normal Herman Mallidadi; Tara Tiba Nikolaus; Luh Sri Enawati
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 1 No. 3 (2019): September
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.165 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat konsumsi dan kecernaan nutrien antara sapi Bali normal dan sapi Bali varian genetik yang diberi pakan dengan kandungan serat berbeda. Metode yang digunakanadalah percobaan faktorial 2x3 menggunakan rancangan dasar bujur sangkar latin (RBSL). Faktor pertama yaitu jenis ternak sapi Bali normal (SBN) dan sapi Bali varian genetik (SVG), faktor yang kedua adalah level serat dari pakan berserat rendah =17% (R1), pakan berserat sedang = 23% (R2) danpakan berserat tinggi= 28% (R3). Data yang peroleh dianalisis menggunakanAnalysis of variance (ANOVA).Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara faktor ternak dan level serat kasar terhadap konsumsi dan kecernaan PK, SK dan LKsapi Bali normal dan sapi Bali varian genetik. Level serat tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan PK, SK, dan LK sapi Varian genetik dan sapi Bali normal. Disimpulkan bahwa sapi Bali varian genetik dan sapi Bali normal mempunyai tingkat konsumsi dan kecernaan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar yang sama pada pakan yang mengandung serat kasar 17%, 23% dan 28% dengan kandungan protein kasar yang sama 12%. Kata kunci: pakan, protein , serat, lemak ABSTRACT The aim of the study was to evaluate nutrient intake and digestibility of variant and normal genetic of bali cattle fed different fibre levels diet. The design used in this experiment was factorial model 2 x 3 with latin square design as basic design and 3 replications. The first factor was animal species; variant of bali cattle (SBN) and normal genetic bali cattle (SVG), and the second factor was fibre level: low 17 % (R1), ntermediate 23 % (R2), and high 28 % (R3). Data collected were analysed by using analysis of variance (ANOVA) and Duncan multiple range test. The results of this experiment indicated that there was no interaction between cattle variences and fibre levels on either intake or digestibility of crude protein, crude fibre, and crude fat of either variant or normal genetic bali cattle. Effect fibre level is not significant (P>0.05) influence on either intake or digestibity of crude protein, crude fibre, and crude fat of variant and normal genetic bali cattle. The conclusion is that variant and normal genetic bali cattle had equally in both intake and digestibility of crude protein, crude fibre, and crude fat on ration containing 12 % protein Key words : feed, protein, fibre, fat, content.
Pengaruh level serat terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien sapi varian genetik dan sapi bali normal Herman Mallidadi; Tara Tiba Nikolaus; Luh Sri Enawati
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 1 No. 2 (2019): Juni
Publisher : Jurnal Peternakan Lahan Kering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat konsumsi dan kecernaan nutrien antara sapi Bali normal dan sapi Bali varian genetik yang diberi pakan dengan kandungan serat berbeda. Metode yang digunakanadalah percobaan faktorial 2x3 menggunakan rancangan dasar bujur sangkar latin (RBSL). Faktor pertama yaitu jenis ternak sapi Bali normal (SBN) dan sapi Bali varian genetik (SVG), faktor yang kedua adalah level serat dari pakan berserat rendah =17% (R1), pakan berserat sedang = 23% (R2) danpakan berserat tinggi= 28% (R3). Data yang peroleh dianalisis menggunakanAnalysis of variance (ANOVA).Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara faktor ternak dan level serat kasar terhadap konsumsi dan kecernaan PK, SK dan LKsapi Bali normal dan sapi Bali varian genetik. Level serat tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan PK, SK, dan LK sapi Varian genetik dan sapi Bali normal. Disimpulkan bahwa sapi Bali varian genetik dan sapi Bali normal mempunyai tingkat konsumsi dan kecernaan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar yang sama pada pakan yang mengandung serat kasar 17%, 23% dan 28% dengan kandungan protein kasar yang sama 12%. Kata kunci: pakan, protein , serat, lemak ABSTRACT The aim of the study was to evaluate nutrient intake and digestibility of variant and normal genetic of bali cattle fed different fibre levels diet. The design used in this experiment was factorial model 2 x 3 with latin square design as basic design and 3 replications. The first factor was animal species; variant of bali cattle (SBN) and normal genetic bali cattle (SVG), and the second factor was fibre level: low 17 % (R1), ntermediate 23 % (R2), and high 28 % (R3). Data collected were analysed by using analysis of variance (ANOVA) and Duncan multiple range test. The results of this experiment indicated that there was no interaction between cattle variences and fibre levels on either intake or digestibility of crude protein, crude fibre, and crude fat of either variant or normal genetic bali cattle. Effect fibre level is not significant (P>0.05) influence on either intake or digestibity of crude protein, crude fibre, and crude fat of variant and normal genetic bali cattle. The conclusion is that variant and normal genetic bali cattle had equally in both intake and digestibility of crude protein, crude fibre, and crude fat on ration containing 12 % protein Key words : feed, protein, fibre, fat, content.
Pengaruh Jenis Ransum Komersial Pada Dua Strain Ayam Broiler Terhadap Produksi Karkas Adu, Lody Frydolin; Suryatni, Ni Putu F.; Theedens, Jonas F.; Mulyantini, N.G.A; Enawati, Luh Sri
Animal Agricultura Vol 3 No 1 (2025): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v3i1.118

Abstract

This study aims to determine the effect of different types of commercial rations and different strains on carcass production. The method used is the 2×3 factorial pattern CRD method. The first factor is 2 strains of chicken (Strain A and Strain B), the second factor is 3 types of commercial rations (P1 ration, P2 ration and P3 ration) so that there are 6 treatment combinations. Each treatment was repeated 4 times, each replicate consisted of 4 chickens. This study used 96 broiler chickens. The variables measured were final weight, percentage of carcass, non-carcass and abdominal fat. The results of statistical analysis showed that there was no interaction (P>0.05) between commercial ration type factors and strain types on all variables. Based on the results of this study, it was concluded that there was no interaction between the provision of commercial ration types in two broiler chicken strains to carcass production, which means that the three ration types could be given to two strains without affecting broiler chicken carcass production.
Pengaruh Imbangan Silase Rumput Kume (Sorghum plumosum var timorense) dan Alysicarpus vaginalis yang Berbeda Terhadap pH, Konsentrasi NH3 dan VFA Residu Fermentasi In Vitro Usboko, Maria Yunita G.; Enawati, Luh Sri; Maranatha, Grace
Animal Agricultura Vol 1 No 3 (2024): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v1i3.38

Abstract

This study aims to determine the quality of forage silage of Sorghum plumosum var Timorense (Grass kume) and Alysicarpus vaginalis (Leguminosa). using a completely randomized design with 4 treatments and 4 repilications. The four treatments were AV0 (100% Kume grass), AV20 (80% Kume grass + 20% Alysicarpus vaginalis) AV40 (60% Kume grass + 40% Alysicarpus vaginalis), AV60 (40% Kume grass + 60% Alysicarpus vaginalis). The results obtained are the average. pH AV0: 6.450±0.24; AV20: 6.450±0.27; AV40: 6.500±0.25; AV60: 6.500±0.18. NH3 (mM) AV0:139.543 ±;13.30 AV20: 138.641±15.17 ;AV40: 146.169±15.74 14.365±2.30; AV60:  136.815±21.47. VFA (mM) AV0: 13.356±1.05; AV20: 13.814±3.28; AV40: 14.365±2.30 ; AV60: 13.473±1.16. The results of the analysis of variance showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on the Ph value, NH3 concentration and VFA so it can be concluded that kume grass and Alysicapus vaginalis silage had the same effect on pH, NH3 concentration, and VFA.
KOMPOSISI KIMIA SILASE RUMPUT KUME (Shorgum plumosum var. Timorence) DAN DAUN KELOR (Moringga oleifera) DENGAN IMBANGAN BERBEDA luju, imeldiana linda; Kleden, Markus Miten; Enawati, Luh Sri; Lestari, Gusti Ayu Yudiwati
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21884

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi kimia (PK, LK, BETN, TDN) yang terdapat dalam silase rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorence) dan daun kelor (Moringa oleifera) dengan perbandingan yang berbeda. Studi ini menerapkan metode eksperimen melalui desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang tersusun atas 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan yang diberikan tersusun atas P0: 100% rumput Kume, P1: 75% rumput Kume + 25% daun Kelor, P2: 50% rumput Kume + 50% daun Kelor, P3: 25% rumput Kume + 75% daun Kelor. Data penelitian dianalisis dengan analisis varians untuk mengidentifikasi pengaruh perlakuan dan uji beda nyata terkecil dalam mengamati perbedaan antara perlakuan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat signifikan (P0,01) terhadap kadar PK dan LK, pengaruh yang signifikan (P0,05) terhadap kadar BETN serta pengaruh yang tidak signifikan (P0,05) terhadap kadar TDN. Terdapat peningkatan pada nilai PK, LK, dan TDN dengan kisaran nilai PK berturut-turut (P0 5,90%., P1 8,44%., P2 12,75%., P3 14,36%), kisaran nilai LK yaitu (P0 3,60%., P1 7,13%., P2 7,70%., P3 9,53%), dan kisaran nilai TDN yaitu (P0 55,94%., P1 56,74%., P2 58,71%., P3 58,99%), sedangkan terjadi penurunan pada nilai BETN dengan kisaran nilai berturut-turut (P0 45,62%., P1 43,74%., P2 40,96%., P3 40,85%). Disimpulkan bahwa komposisi kimia silase bergantung pada keseimbangan antara rumput Kume dan daun Kelor, di mana keseimbangan terbaik terdapat pada Perlakuan P3.
Kandungan Serat kasar, Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro Silase Rumput Kume (Shorgum plumosum var. Timorense) dan Kembang Telang (Clitoria ternatea) pada Imbangan Berbeda Osan, Elfiana Frida; Kleden, Markus Miten; Lestari, Gusti Ayu Yudiwati; Enawati, Luh Sri
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21886

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan serat kasar serta kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) in vitro pada silase rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan kembang Telang (Clitoria ternatea) dengan perbandingan berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu CT0 (100% Kume), CT1 (75% Kume + 25% Telang), CT2 (50% Kume + 50% Telang), dan CT3 (25% Kume + 75% Telang), masing-masing tiga ulangan. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi kembang Telang menyebabkan kadar serat kasar meningkat dari 22% menjadi 33%, sedangkan KcBK menurun dari 35% menjadi 26% dan KcBO dari 32% menjadi 24%. Analisis statistik menunjukkan pengaruh nyata (P0,05) terhadap serat kasar, namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) pada KcBK dan KcBO. Disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan kembang Telang dalam silase, kadar serat kasar meningkat sementara kecernaan bahan kering dan organik cenderung menurun
Pelatihan Pemanfatan Limbah Pembuatan Minyak VCO sebagai Pangan dan Pakan Unggas bagi Kelompok Kasih di Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang Suryani, Ni Putu Febri; Mulyamtini, N.G.A.; Enawati, Luh Sri; Nguru, David A.
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): IJPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.996

Abstract

Sisa dari produksi minyak VCO seperti ampas kelapa tetap memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Blondo atau tahi minyak tetap aman untuk dimakan oleh manusia. Permasalahannya adalah (1) mitra pengabdian di kelompok Kasih Kolhua seringkali membuang sisa dari pembuatan VCO berupa ampas kelapa karena membusuk dan terlambat dalam memberikan pakan untuk ayam atau babi (2) Masih terdapat kurangnya pemahaman mitra mengenai pentingnya mengetahui kualitas pakan. Objektif utama dari kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan pengolahan ampas kelapa terfermentasi di mitra Kasih Kolhua dan pembuatan makanan berupa pepes blondo/tahi minyak. Hasil yang ingin diraih dalam kegiatan ini adalah (1) ampas kelapa yang telah difermentasi untuk pakan ayam, dan (2) Pepes sisa minyak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan melalui ceramah, demonstrasi, dan praktik. Berdasarkan informasi dari tim dan narasumber hingga saat ini, bisa disimpulkan bahwa: (1) Kegiatan pengabdian ini telah berlangsung dengan baik, dengan berhasilnya menghasilkan ampas kelapa terfermentasi dan produk pepes tahi minyak. (2) Pelaksanaan pengabdian yang berupa penerapan teknologi sederhana untuk meningkatkan kualitas pakan seperti ampas kelapa ini sangat membantu mitra dalam mengelola limbah dari pembuatan minyak VCO, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak dan mengurangi biaya operasional, sehingga meningkatkan pendapatan bagi mitra Kasih Kolhua