Perkembangan teknologi digital telah melahirkan tantangan serius berupa disinformasi dan hoaks yang berdampak pada kualitas pemahaman serta karakter peserta didik. Dalam konteks pendidikan Islam, literasi digital tidak cukup dipahami sebagai penguasaan teknis, tetapi harus berlandaskan nilai etika dan moral keagamaan. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep tabayyun dalam hadis Nabi Muhammad SAW serta relevansinya sebagai landasan etika pendidikan literasi digital di era disinformasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan metode hadis tematik (maudhu‘i), yaitu menghimpun dan menganalisis hadis-hadis yang berkaitan dengan kehati-hatian, verifikasi informasi, dan larangan menyebarkan kebohongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tabayyun dalam hadis mengandung nilai pendidikan berupa kehati-hatian, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab moral yang relevan untuk membentuk perilaku digital peserta didik. Integrasi nilai-nilai tabayyun dalam pendidikan literasi digital berkontribusi pada pembentukan karakter peserta didik yang kritis, bijak, dan beretika dalam menghadapi arus informasi digital. Artikel ini menegaskan bahwa hadis Nabi SAW dapat dijadikan fondasi etika profetik dalam pengembangan pendidikan literasi digital Islam kontemporer.
Copyrights © 2025