Yusmardani, Indi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Epistemologi Pendidikan: Menilai Hubungan Pengetahuan, Guru, dan Peserta Didik Nur Hanifah, Muthi’; Yusmardani, Indi; Nasution, Mustofa Abdullah; OK, Azizah Hanum
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2476

Abstract

Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur untuk menelaah berbagai sumber yang berkaitan dengan epistemologi pendidikan. Temuan kajian menunjukkan bahwa pengetahuan dalam pendidikan bersifat fleksibel, situasional, dan dibentuk melalui interaksi pengajaran. Pengajar berfungsi sebagai perantara epistemologis yang mengatur dan memfasilitasi pengetahuan agar dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Di sisi lain, siswa dianggap sebagai individu yang aktif yang membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar dan interaksi sosial. Hubungan epistemologis yang seimbang antara pengajar, pengetahuan, dan siswa membawa dampak positif bagi pembelajaran yang kritis, reflektif, dan berarti. Oleh karena itu, pemahaman tentang epistemologi pendidikan menjadi dasar yang penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pengembangan pendidikan di Indonesia.
Tabayyun sebagai Etika Literasi Digital: Analisis Hadis Tematik dalam Merespons Disinformasi di Era Media Sosial Ma’arif, Muhammad Ghozali; Yusmardani, Indi; Hanifah, Muthi’ Nur; Zamiri, Zamiri; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2477

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan tantangan serius berupa disinformasi dan hoaks yang berdampak pada kualitas pemahaman serta karakter peserta didik. Dalam konteks pendidikan Islam, literasi digital tidak cukup dipahami sebagai penguasaan teknis, tetapi harus berlandaskan nilai etika dan moral keagamaan. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep tabayyun dalam hadis Nabi Muhammad SAW serta relevansinya sebagai landasan etika pendidikan literasi digital di era disinformasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan metode hadis tematik (maudhu‘i), yaitu menghimpun dan menganalisis hadis-hadis yang berkaitan dengan kehati-hatian, verifikasi informasi, dan larangan menyebarkan kebohongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tabayyun dalam hadis mengandung nilai pendidikan berupa kehati-hatian, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab moral yang relevan untuk membentuk perilaku digital peserta didik. Integrasi nilai-nilai tabayyun dalam pendidikan literasi digital berkontribusi pada pembentukan karakter peserta didik yang kritis, bijak, dan beretika dalam menghadapi arus informasi digital. Artikel ini menegaskan bahwa hadis Nabi SAW dapat dijadikan fondasi etika profetik dalam pengembangan pendidikan literasi digital Islam kontemporer.
Pembentukan Karakter Tanggung Jawab Pada Remaja Mesjid Dalam Program Pelestarian Lingkungan Yusmardani, Indi; Nasution, Muhammad Irwan Padli
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana karakter tanggung jawab terbentuk pada remaja masjid melalui program pelestarian lingkungan. Fondasi penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengembangkan nilai-nilai moral dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan generasi muda, terutama melalui kegiatan keagamaan di masjid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pengurus serta anggota remaja Masjid Al-Mutahidin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pelestarian lingkungan seperti kerja bakti rutin, pembersihan fasilitas masjid, pengelolaan sampah, dan perawatan taman mampu mendorong timbulnya rasa tanggung jawab, disiplin, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, contoh yang dibawakan oleh pengurus masjid juga memperkuat pembentukan sikap dan perilaku positif tersebut. Perubahan yang terlihat meliputi peningkatan partisipasi aktif, kesadaran untuk menjaga lingkungan secara sukarela, serta terbentuknya kebiasaan menjaga fasilitas umum. Oleh karena itu, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai alat untuk pembinaan karakter generasi muda.