Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya krisis epistemologis bagi pendidikan Islam, yang ditandai dengan dikotomi ilmu, melemahnya etika akademik, serta minimnya internalisasi nilai ‘ilm dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis makna semantik kata ‘ilm dalam Al-Qur’an dan mengidentifikasi relevansinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat istilah ‘ilm dan data sekunder berupa tafsir, buku ilmiah, serta artikel akademik. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber, analisis dilakukan menggunakan analisis semantik kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ‘ilm dalam Al-Qur’an mencakup dimensi pengetahuan, petunjuk, dan adab, serta menuntut kesatuan antara wahyu dan akal. Temuan tersebut menegaskan bahwa sejumlah problem pendidikan Islam, seperti hilangnya adab ilmiah, dikotomi ilmu, dan tantangan digitalisasi, terjadi akibat lemahnya internalisasi nilai ‘ilm. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan konsep ‘ilm sebagai fondasi epistemologi Islam merupakan langkah penting bagi reformasi pendidikan yang holistik dan integratif. Implikasi penelitian menekankan perlunya kurikulum berbasis ta’d?b, keteladanan guru, dan literasi digital berakhlak untuk membentuk insan beradab dan berpengetahuan.
Copyrights © 2025