Krisis karakter pada generasi muda Indonesia menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan, terutama terkait degradasi moral dan lunturnya nilai-nilai kebangsaan. Pemerintah merespon tantangan ini dengan merancang Profil Pelajar Pancasila yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka untuk memperkuat pendidikan karakter. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengamati bagaimana madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berkarakter islami dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khusunya dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA). Metode yang digunakan dalam penelitian iniĀ adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di MTs Al-Hidayah Purwokerto. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, mandiri, kreatif,dan bernalar kritis dapat dilaksanakan secara efektif di madrasah melalui proyek nyata seperti ecoprint, kerja kelompok, dan kegiatan kelas. Guru berperan penting sebagai fasilitator dan teladan, meskipun masih ditemukan tantangan seperti rendahnya kedisiplinan siswa dan ketidaksiapan guru dalam menyusun modul proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa madrasah memiliki potensi yang besar sebagai pelopor pendidikan karakter berbasis Pancasila, terlebih ketika nilai-nilai agama dan kebangsaan disusun secara kontekstual dan partisipatif . Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru dan penguatan budaya disiplin dalam mendukung keberhasilan implementasi P5RA di lingkungan madrasah.
Copyrights © 2025