Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter anti bullying dalam interaksi sosial siswa kelas II SD Negeri 125543 Pematangsiantar. Latar belakang penelitian didasari oleh masih ditemukannya praktik bullying di sekolah dasar, khususnya berupa ejekan dan pengucilan, yang berdampak negatif terhadap perkembangan sosial-emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 5 siswa kelas II, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter anti bullying melalui kegiatan pembelajaran, keteladanan guru, role-play, serta pembiasaan aturan kelas mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sosial siswa. Data pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai jenis bullying, sikap menolak perundungan, serta keterampilan melapor kepada guru. Observasi juga menunjukkan bahwa siswa semakin mampu mengajak teman bermain tanpa diskriminasi, menggunakan bahasa sopan, serta membela teman yang diejek. Jumlah insiden bullying yang dilaporkan menurun dari 6 kasus pada minggu pertama menjadi 2 kasus pada minggu keempat. Dengan demikian, pendidikan karakter anti bullying terbukti efektif dalam membentuk interaksi sosial yang lebih positif pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan program pendidikan karakter yang berkesinambungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan kondusif.
Copyrights © 2026