Herlina Panjaitan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN GAME BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS V SD NEGERI 091254 BATU ONOM Simanjuntak, Melvin; Ninin Srivani Aritonang; Inri Fri insani Turnip; Herlina Panjaitan; Lusyanna Pakpahan; Trinisa Hutagalung; Yessika Siregar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23789

Abstract

Based on initial observations, the science and science learning process at SD Negeri 091254 Batu Onom, Siantar District, Simalungun Regency for the 2024/2025 academic year is not yet optimal. This is proven by the grade V odd semester report cards with an average of 65.5. This classroom action research was carried out by applying the Game Based Learning model. The Game Based Learning Model is a learning model with a play approach. The play method in learning functions to increase enjoyment and eliminate student boredom while studying so that it can increase students' enthusiasm for learning. This research aims to find out whether this method can improve students' cognitive aspects. This classroom action research consisted of 2 cycles with the research subjects being 21 students in class V of SD Negeri 091254 Batu Onom, Siantar District, Siamlungun Regency. Data about cognitive aspects was obtained from student test results. Indicators of success in the cognitive aspect must achieve a minimum of 65% completeness from at least 85% of the number of students taking the test. The research results showed an increase in students' cognitive aspects from cycles I to II. The cognitive aspect of cycle I during the pre test was 42,81% to 57,14% during the post test and cycle II during the post test was 14,28% to 85,71% during the post test. This learning model can be successful because the question disc game system requires students to answer questions randomly, so that students are responsible for their own answers and knowledge. From the research results, it can be concluded that the application of the Game Based Learning model on the subject of the water cycle and natural events can improve the cognitive aspects of class V students at SD Negeri 091254 Batu Onom, Siantar District, Simalungun Regency.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER ANTI BULLYING DALAM INTERAKSI SOSIAL SISWA SD KELAS II UPTD SD NEGERI 125543 PEMATANGSIANTAR Herlina Panjaitan; Natalina Purba; Osco Parmonangan Sijabat
Pande Nami Jurnal (PNJ) Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 - No. 1 - JANUARI 2026
Publisher : FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter anti bullying dalam interaksi sosial siswa kelas II SD Negeri 125543 Pematangsiantar. Latar belakang penelitian didasari oleh masih ditemukannya praktik bullying di sekolah dasar, khususnya berupa ejekan dan pengucilan, yang berdampak negatif terhadap perkembangan sosial-emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 5 siswa kelas II, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter anti bullying melalui kegiatan pembelajaran, keteladanan guru, role-play, serta pembiasaan aturan kelas mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sosial siswa. Data pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai jenis bullying, sikap menolak perundungan, serta keterampilan melapor kepada guru. Observasi juga menunjukkan bahwa siswa semakin mampu mengajak teman bermain tanpa diskriminasi, menggunakan bahasa sopan, serta membela teman yang diejek. Jumlah insiden bullying yang dilaporkan menurun dari 6 kasus pada minggu pertama menjadi 2 kasus pada minggu keempat. Dengan demikian, pendidikan karakter anti bullying terbukti efektif dalam membentuk interaksi sosial yang lebih positif pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan program pendidikan karakter yang berkesinambungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan kondusif.