Artikel ini membahas gagasan Islamil Raji Al-Faruqi tentang rekonsiliasi anatara sains dan islam melalui konsep islamisasi ilmu pengetahuan, yaitu upaya mengintegrasikan seluruh cabang ilmu dalam kerangka tauhid, agar tidak terpisah dari nilai dan etika islam. Al-Faruqi menolak pandangan sekuler barat yang memisahkan anatra wahyu dan akal, serta menekankan lima prinsip kesatuan tuhan, ciptaan, kebenaran, kehidupan, dan kemanusiaan sebagai dasar islamisasi. Melalui penekatan studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Faruqi berupaya membangun paradigma ilmu yang utuh dan berimbang antara aspek rasional dan spiritual, yang kemudian diwujudkan melalui lembaga seperti The International Institute Of Islamic Thought (IIIT). Pemikirannya menjadi kontribusi penting dalam membentuk sistem pengetahuan dan pendidikan islam yang holistik, berlandaskan nilai-nilai tauhid, dan relevan dengan tantangan paradaban modern
Copyrights © 2026