Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi paradigma politik kantor tradisional yang kerap menjadi patologi organisasi, serta menguji efektivitas model kerja jarak jauh (remote work) dalam menginkubasi sistem meritokrasi di lingkungan pendidikan pesantren. Menggunakan pendekatan kualitatif-eksplanatori, penelitian ini membedah bagaimana struktur kerja yang tersebar secara geografis di SMA Darussalam Blokagung mampu memitigasi perilaku oportunistik dan bias subjektivitas yang sering muncul dalam interaksi fisik konvensional. Hasil penelitian mengungkap bahwa transparansi radikal dalam ekosistem digital secara otomatis mematikan ruang gerak manipulasi informasi, sehingga kontribusi setiap pendidik tervalidasi murni berdasarkan data performa objektif. Lebih jauh lagi, penelitian ini membuktikan bahwa integrasi antara nilai spiritual pesantren dengan evaluasi berbasis nilai tambah (value-added) merupakan katalis utama dalam menciptakan keadilan organisasional. Temuan ini menawarkan strategi pragmatis bagi institusi pendidikan untuk mengeliminasi toksisitas politik kantor demi membangun keunggulan kompetitif yang transparan dan berbasis prestasi.
Copyrights © 2026