Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial dan karakter siswa. Sport Education Model (SEM) dipandang sebagai pendekatan pedagogis yang mampu memfasilitasi transformasi nilai sosial melalui pengalaman olahraga yang autentik dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan-temuan kualitatif terkait implementasi SEM dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar serta mengkaji mekanisme transformasi nilai sosial yang terjadi. Metode yang digunakan adalah meta-etnografi dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional periode 2015–2025 yang diperoleh melalui Google Scholar. Data dianalisis menggunakan tujuh tahapan Noblit dan Hare untuk menghasilkan interpretasi tingkat ketiga. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan SEM di sekolah dasar memerlukan adaptasi kontekstual, seperti diferensiasi peran fungsional, integrasi kearifan lokal, dan dukungan media pembelajaran. Implementasi SEM secara konsisten memunculkan nilai sosial berupa tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, disiplin, kejujuran, gotong royong, serta motivasi intrinsik siswa. Transformasi nilai sosial terjadi melalui mekanisme afiliasi tim yang bersifat persisten dan otonomi siswa dalam menjalankan peran. Dengan demikian, SEM berpotensi menjadi model pembelajaran PJOK yang efektif dalam mendukung penguatan karakter siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026