Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Grandparenting atau pola pengasuhan oleh kakek dan nenek terhadap pengendalian emosi pada remaja. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi keluarga yang mengalami perubahan struktur, seperti perceraian atau ketidakhadiran orang tua kandung, sehingga pengasuhan beralih kepada kakek dan nenek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap remaja yang diasuh oleh kakek dan nenek, serta informan pendukung lainnya seperti kakek dan nenek, ibu tiri dan keluarga dekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakek dan nenek memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan remaja dalam mengelola emosi. Melalui perhatian, kasih sayang, serta pemberian nasehat yang konsisten, mereka menciptakan lingkungan emosional yang stabil. Namun, dalam beberapa kasus, kesamaan karakter emosional antara remaja dan kakek/nenek juga menimbulkan konflik kecil yang memengaruhi proses pengendalian emosi. Meskipun demikian, secara umum pola Grandparenting memberikan dukungan positif dalam pengendalian emosional remaja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Grandparenting merupakan salah satu bentuk pengasuhan yang mampu membantu remaja dalam menghadapi tantangan emosional di masa perkembangannya, terutama dalam konteks keluarga yang tidak utuh secara struktur.
Copyrights © 2025