Salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia adalah produksi kacang panjang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk TSP dan konsentrasi pupuk Growmore serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang varietas Kanton Tavi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2019. Tempat penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sambutan, Jl. Handil Kopi Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan percobaan faktorial 4 × 4 dan jumlah ulangan 4 (empat) kali, terdiri dari 2 faktor. Faktor I adalah dosis TSP (T) terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa Pupuk TSP atau kontrol (t0), dosis TSP 3 g/polibag (t1), dosis pupuk TSP 4 g/polibag (t2), dan dosis pupuk TSP 6 g/polibag (t3). Faktor II adalah konsentrasi pupuk Growmore (M), terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk Growmore atau kontrol (m0), dosis pupuk Growmore 2 g/polibag (m1), dosis pupuk Growmore 4 g/polibag (m2), dan dosis pupuk Growmore 6 g/polibag (m3). Hasil perlakuan TSP (T) berpengaruh sangat nyata terhadap terhadap panjang tanaman 6 mingu setelah tanam dan jumlah polong per tanaman. Berpengaruh nyata terhadap panjang polong. Jumlah polong terbanyak terdapat pada perlakuan pupuk TSP 6 gram/ polibag (t3) yaitu, 23,25 polong, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan (t0) yaitu, 15,31 polong. Hasil perlakuan Growmore (M) berpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan panjang polong pertanaman. Interaksi perlakuan (TxM) berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong, berat polong, dan panjang polong.
Copyrights © 2026