Patah, Abdul
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PUPUK SK COTE DAN ZPT HANTU RATU BIOGEN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) VARIETAS ICCRI 06 H Buhairi, Buhairi; Patah, Abdul
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 2, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v2i2.7943

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas andalan nasional dan penghasil devisa negara ketiga pada sub sektor perkebunan karet dan kelapa sawit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk SK Cote dan ZPT Hantu Ratu Biogen serta interaksinya terhadap pertumbuhan kakao (Theobroma cacao L.), dan untuk mengetahui dosis pupuk SK Cote dan konsentrasi ZPT Hantu Ratu Biogen yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman Kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian dilakukan selama tiga bulan terhitung dari mulai bulan Desember 2022 sampai bulan Maret 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 4 yang di ulang sebanyak 4 kali. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I, Pupuk SK Cote (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: tanpa pupuk SK Cote (p0), dosis pupuk SK Cote 5 g polibag-1 (p1), dan dosis pupuk SK Cote 10 g polibag-1 (p2). Faktor II, Konsentrasi ZPT Hantu Ratu Biogen (B) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa ZPT Hantu Ratu Biogen atau kontrol (b0), konsentrasi ZPT Hantu Ratu Biogen 5 ml liter air-1 (b1), konsentrasi ZPT Hantu Ratu Biogen 10 ml liter air-1 (b2), dan konsentrasi ZPT Hantu Ratu Biogen 15 ml liter air-1 (b3). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk SK.Cote berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 30 hari setelah tanam. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari, umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam, diameter bibit umur 30 hari, umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam. Perlakuan ZPT Hantu Ratu Biogen tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari setelah tanam dan jumlah daun umur 30 hari setelah tanam. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam, diameter bibit umur 30 hari dan 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam. Interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari setelah tanam, diameter bibit umur 60 hari setelah tanam, jumlah daun umur 30 hari setelah tanam. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam, diameter bibit umur 30 hari dan umur 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam.
Socialization Of Mangrove Planting In Muara Kembang Village, Muara Jawa District, Kutai Kartanegara Regency Azham, Zikri; Tirkaamiana, Mohammad Taufan; Jumani, Jumani; Biantary, Maya Preva; Patah, Abdul; Derita, Djumansi; Sugiono, Sugiono
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v3i1.8658

Abstract

The decline in fishermen’s income has continued to worsen, especially income from shrimp. The Mahakam Delta where they work has experienced damage, particularly its mangrove forests. The community service activity in Muara Kembang Village aims to raise awareness about the importance of mangrove forests. The Wanamina Sejahtera Forest Farmers Group is aware that the decline in shrimp catches is caused by damage to mangrove forests in fish and shrimp catch locations in their area. This has been brought about by increasing exploitation, weak law enforcement, and a lack of public knowledge about the role of the mangrove ecosystem. Community service activities to preserve mangrove forests have received an enthusiastic response, marked by productive and responsive discussions. The Wanamina Sejahtera Forest Farmers Group is able to become an agent of change and encourage the community to plant and preserve mangrove forests
PELATIHAN PEMBUATAN ELISATOR BIOSAKA DARI TUMBUHAN DI KELOMPOK TANI RUKUN SENTOSA KELURAHAN SINDANGSARI KECAMATAN SAMBUTAN Napitupulu, Marisi; Syahfari, Helda; Yahya, Zuhdi; Patah, Abdul; Kamarubayana, Legowo; Sujalu, Akas Pinaringan; Rahmi, Abdul; Jannah, Noor; Jumani, Jumani; Emawati, Heni; Astuti, Puji; Gebriyanti, Chintya; Sherina, Annisa Bella
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v1i2.7292

Abstract

Pertanian saat ini diharapkan menggunakan pupuk organik untuk mengurangi resiko residu untuk kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan. Metode pembuatan elisator biosaka bahan Bahan yang digunakan dalam pembuatan  Biosaka : air hujan/air PDAM yang sudah diendapkan beberapa hari,  rumputan 5 jenis. Persiapan Bahan :  Biosaka bukan pupuk atau pestisida melainkan elisator yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik, memberikan sinyal positif pada membran sel pada akar sehingga lebih energik dan produktif. Biosaka adalah salah satu sistem tehnologi terbaharukan dalam perkembangan dunia pertanian organik modern yang  terbentuk sebagai bioteknologi. Pembuaan Biosaka ini dengan cara diremas rumputan/dauns ebanyak 250 ml dlam 2,5 liter air selama 20 menit dengan cara  diremas tangan kanan dan kiri, tangan kiri memegang pangkan daun dan tangan kanan membuat gelombang. Diukur kepekatanya  dengan TDS  sampai 200 ppm atau lbih sampai 500 ppm. Biosaka sebagai hormone yang memacu pertumbuhan sel tanaman dengan indikator dengan kepekatan 200 ppm samapi dengan 500 ppm.
PEMANFAATAN PEKARANGAN SEBAGAI KETAHANAN PANGAN DI KELOMPOK TANI MARGO UTAMA KELURAHAN BUKUAN KECAMATAN PALARAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Syahfari, Helda; Napitupulu, Marisi; Patah, Abdul; Ernawati, Ernawati; Sarin, Sarin; Sumaiyah, Sumaiyah
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 2, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v2i1.7867

Abstract

Kreatifitas dalam mengelola lahan pekarangan oleh Masyarakat perlu dorongan dan sosialisasi terutama para penyuluh lapangan pertanian. Ketahanan pangan Masyarakat sangat mudah diucapkan tetapi sulit untuk diterapkan karena perlu komitmen para petani dan pemasaran pasca panen. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Di Kelompok Tani Margo Utama Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran Provinsi Kalimantan Timur, pada hari Selasa tanggal 27 September 2022. Peserta masyarakat Kelompok Tani Margo Utama Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran. Pertanian pekarangan merupakan salah satu strategi baru dalam meningkatkan kecukupan dan ketahanan pangan masyarakat sekaligus sebagai sumber pendapatan keluarga. Apabila pertanian dapat dioptimalkan fungsinya, maka hal tersebut akan berkontribusi nyata terhadap kecukupan dan ketahanan pangan masyarakat sekaligus dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat telah sadar bahwa memanfaatkan lahan pekarangan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan pada tingkat keluarga dalam skala kecil dan lebih luas untuk semua Masyarakat.
PENGARUH DOSIS PUPUK TSP DAN KONSENTRASI PUPUK GROWMORE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS KANTON TAVI Sosi, Hendrikus; Napitupulu, Marisi; Patah, Abdul
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.8944

Abstract

Salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia adalah produksi kacang panjang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk TSP dan konsentrasi pupuk Growmore serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang varietas Kanton Tavi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2019. Tempat penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sambutan, Jl. Handil Kopi Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan percobaan faktorial 4 × 4 dan jumlah ulangan 4 (empat) kali, terdiri dari 2 faktor. Faktor I adalah dosis TSP (T) terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa Pupuk TSP atau kontrol (t0), dosis TSP 3 g/polibag (t1), dosis pupuk TSP 4 g/polibag (t2), dan dosis pupuk TSP 6 g/polibag (t3). Faktor II adalah konsentrasi pupuk Growmore (M), terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk Growmore atau kontrol (m0), dosis pupuk Growmore 2 g/polibag (m1), dosis pupuk Growmore 4 g/polibag (m2), dan dosis pupuk Growmore 6 g/polibag (m3). Hasil perlakuan TSP (T) berpengaruh sangat nyata terhadap terhadap panjang tanaman 6 mingu setelah tanam dan jumlah polong per tanaman. Berpengaruh nyata terhadap panjang polong. Jumlah polong terbanyak terdapat pada perlakuan pupuk TSP 6 gram/ polibag (t3) yaitu, 23,25 polong, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan (t0) yaitu, 15,31 polong. Hasil perlakuan Growmore (M) berpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan panjang polong pertanaman. Interaksi perlakuan (TxM) berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah polong, berat polong, dan panjang polong.