Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis asumsi ontologis yang mendasari penelitian bahasa kontemporer, dengan fokus pada realitas bahasa sebagai fenomena eksistensial. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui analisis filosofis hermeneutis terhadap literatur primer fenomenologi eksistensial serta studi empiris linguistik kontemporer yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa asumsi ontologis dalam penelitian bahasa terbagi ke dalam tiga paradigma utama: realisme linguistik, yang memandang bahasa sebagai objek independen dengan struktur yang objektif; konstruktivisme sosial, yang menekankan bahasa sebagai konstruksi yang terbentuk melalui interaksi sosial dan konteks budaya; serta fenomenologi eksistensial, yang memahami bahasa sebagai medium fundamental eksistensi manusia (being-in-the-world), berakar pada Dasein dan pengalaman embodied. Temuan ini menegaskan pentingnya kerangka metodologis yang reflektif, sensitif terhadap konteks historis dan sosial, serta filosofis-informed, untuk meningkatkan pemahaman mendalam tentang bahasa dalam penelitian linguistik kontemporer.
Copyrights © 2025