Kekerasan dalam penegakan disiplin di sekolah mengancam esensi pendidikan sebagai proses humanis dan transformatif. Penelitian ini menganalisis kegagalan sistem tata tertib sekolah dalam membangun kepatuhan siswa dan mengidentifikasi faktor penyebab kekerasan dalam konteks penegakan disiplin di SMP Negeri 24 Penajam Paser Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 partisipan (6 guru, 9 siswa, 2 pimpinan sekolah, 3 orang tua), observasi partisipatif selama dua bulan, dan analisis dokumen sekolah. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Ditemukan empat faktor utama penyebab kekerasan: ketidakjelasan sistem tata tertib, kurangnya keterampilan manajemen konflik guru, budaya sekolah yang mentolerir kekerasan, dan kesenjangan ekspektasi-realitas perilaku siswa. Temuan tidak terduga menunjukkan ambivalensi emosional guru yang mengalami guilt setelah menggunakan kekerasan. Dampak kekerasan bersifat multidimensional meliputi trauma psikologis siswa, kerusakan relasi guru-siswa, dan kepatuhan berbasis ketakutan yang superfisial. Kekerasan merupakan produk sistemik yang memerlukan transformasi paradigma dari disiplin punitif menuju disiplin positif dan restorative justice yang menghormati hak dan martabat siswa.
Copyrights © 2026