Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Komunikasi Radio Kharisma 95,6 FM Bengkulu Utara Dalam Meningkatkan eksistensi Sebagai Lembaga Penyiaran Publik Lokal Melalui Program Siaran “Sapa Pagi” Aji, Muhammad Rama; Supriyadi, Dedy; Budiman, Dwi Aji
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.6.2.128-136

Abstract

Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif dan pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta mencari referensi melalui buku, jurnal, skripsi dan artikel yang berhubungan dengan penelitian. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ekologi Media, dengan mengikuti pernyataan dari Dimmick dan Rohtenbuhler, yaitu ada tiga sumber utama dari penunjang hidup suatu media, yaitu types of content, types of audience, dan capital. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa LPPL Radio Kharisma 95.6 FM Bengkulu Utara telah melakukan upaya dan memiliki strategi tersendiri yang telah mencakup 3 sumber media dalam bertahan hidup, yaitu memanfaatkan ruang komuikasi sebagai pengumpulan ide pendapat dengan semua pihak radio, kemudian menerapkan tekhnik komunikasi yaitu memperhatikan tempo dan intonasi, dan memanfaatkan dengan maksimal sumber dana operasional utama yaitu APBD lalu mengikut sertakan semua crew radio untuk mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Radio, LPPL, Ekologi Media
Praktik Tindak Pidana Gratifikasi Perspektif Sosiologi Korupsi Amin, Muhammad Habibul; Supriyadi, Dedy; Lubis, Fauziah
As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal Vol. 3 No. 3 (2024): As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal 
Publisher : Ikatan Da'i Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/5nsmq017

Abstract

This article aims to identify the phenomenon of the practice of criminal acts of gratification in administrative services using a fraud theory perspective, as well as to analyze the factors that support the development of legal culture around this practice in society. Corruption in Indonesia is a serious problem that is widespread in society. From a sociological point of view, corruption is seen as a widespread social phenomenon because of its significant impact on various aspects of life. One common example of a criminal act of corruption is the practice of gratification, where individuals provide gifts or gifts with a specific purpose. This research uses a qualitative approach with a literature review method, where the process includes comprehensive collection, analysis and interpretation of visual data narratives. The aim is to obtain a deep, comprehensive and thorough understanding of the culture of gratification practices in society from the perspective of sociological studies of corruption. The analysis of this article shows that the practice of giving gifts occurs because the person who does it feels pressure, opportunity, and reason to do so in an administrative service situation. In addition, there is also a phenomenon in society where giving gifts is considered a normal and accepted way to express gratitude to those who provide assistance.
Kekerasan Sebagai Produk Sistem: Analisis Kegagalan Tata Tertib Sekolah Dalam Membangun Kepatuhan Siswa Supriyadi, Dedy; Ahmadi, Anas
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2973

Abstract

Kekerasan dalam penegakan disiplin di sekolah mengancam esensi pendidikan sebagai proses humanis dan transformatif. Penelitian ini menganalisis kegagalan sistem tata tertib sekolah dalam membangun kepatuhan siswa dan mengidentifikasi faktor penyebab kekerasan dalam konteks penegakan disiplin di SMP Negeri 24 Penajam Paser Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 partisipan (6 guru, 9 siswa, 2 pimpinan sekolah, 3 orang tua), observasi partisipatif selama dua bulan, dan analisis dokumen sekolah. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Ditemukan empat faktor utama penyebab kekerasan: ketidakjelasan sistem tata tertib, kurangnya keterampilan manajemen konflik guru, budaya sekolah yang mentolerir kekerasan, dan kesenjangan ekspektasi-realitas perilaku siswa. Temuan tidak terduga menunjukkan ambivalensi emosional guru yang mengalami guilt setelah menggunakan kekerasan. Dampak kekerasan bersifat multidimensional meliputi trauma psikologis siswa, kerusakan relasi guru-siswa, dan kepatuhan berbasis ketakutan yang superfisial. Kekerasan merupakan produk sistemik yang memerlukan transformasi paradigma dari disiplin punitif menuju disiplin positif dan restorative justice yang menghormati hak dan martabat siswa.