Perkembangan wilayah Kecamatan Toili di Kabupaten Banggai menunjukkan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas sosial keagamaan yang cukup signifikan. Namun, belum terdapat fasilitas keislaman yang mampu mewadahi berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Islamic Center dengan pendekatan arsitektur ekologis, yaitu konsep perancangan yang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis tapak, iklim, vegetasi, orientasi bangunan, serta kebutuhan ruang pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur ekologi seperti pemanfaatan energi alami, sistem ventilasi silang, pengelolaan air hujan, dan penggunaan material lokal mampu mewujudkan bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Konsep desain tekanan pada integrasi antara fungsi ibadah, pendidikan, dan sosial dengan tata ruang yang terbuka dan hijau. Dengan demikian, Islamic Center di Kecamatan Toili diharapkan menjadi pusat aktivitas keislaman yang berkelanjutan dan mampu menjadi ikon religi dan ekologis di wilayah Banggai.
Copyrights © 2025